Jumat Pekan Biasa XXVIII, 20 Oktober 2017


Rm 4: 1-8 + Mzm 32 + Luk 12: 1-7

 

 

Lectio

Suatu hari beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'.

 

 

Meditatio

Suatu hari beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 'waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'. Apa maksudnya pertama-tama? Adakah pengajaran lanjutnya diberikan kepada orang-orang lain? Adakah Yesus membedakan seorang dengan lainnya? Kemunafikan orang-orang Farisi memang bagaikan ragi. Mereka menampilkan yang indah dan menarik, yang membuat orang menaruh perhatian kepada mereka; padahal mereka itu menipu dan membohongi banyak orang. Mereka hanya ingin mencari pujian dan keuntungan dari orang-orang yang mengikutinya. 'Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah'. Penegasan Yesus sepertinya mengingatkan, bahwa kemunafikan para ahli Taurat pada akhirnya akan terbongkar juga, tetapi semenjak semula Yesus sudah mengingatkan agar tidak percaya dengan segala yang mereka perbuat. Sepandai-pandainya tupai melompat, akan jatuh juga.

'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku', sapa Yesus. Sepertinya sekarang Yesus baru menyampaikan ajaranNya itu tidak hanya bagi para muridNya, tetapi bagi setiap orang yang mendengarkanNya. Sekarang Yesus menyapa mereka semua dengan sebutan sahabat-sahabat.  'Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka'. Dia tentunya Pribadi yang begitu berkuasa atas hidup dan mati. Dialah sang pencipta kehidupan dan seluruh isi alam semesta ini. Dia berkuasa atas yang rohani dan ragawi. Dia, bukan saja mampu membinasakan tubuh, tetapi juga memasukannya dalam kebinasaan kekal, yang tak mungkin mendapatkan keselamatan, yakni neraka. 'Sungguh Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!'. Yesus meminta supaya hanya kepada Dia semua orang harus merundukkan diri.

'Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya'. Semua yang telah diciptakan ada dalam perhatianNya. Sekecil dan seremeh apupun yang telah tercipta ada dalam kuasanya. Dan Dia pun tahu segala yang telah dikerjakanNya, dan Dia pun siapakah ciptaan yang paling dikasihiNya, yang serupa dengan citraNya. 'Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'.

Jujur saja memang, kalau kita memperhatikan hidup kita ini pasti tidak ada seorang pun di antara kita umatNya yang berani menuntut segala sesuatu daripadaNya. Kita tahu Tuhan Allah begitu hebat dan luar biasa. Perjalanan hidup hari demi hari semakin membuat kita mengenal Dia. Keberanian kita mengenal Tuhan Allah yang maharahim itu membuat kita mendapatkan rahmat dan berkatNya, bahkan segala dosa dan kesalahan kita tidak diperhitungkan olehNya, dan kita mendapatkan pengampunan daripadaNya. Itulah yang diingatkan Paulus kepada kita: 'berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya' (Rm 4: 7-8).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk kasihMu yang sungguh luar biasa dalam hidup kami ini. Kiranya kami mampu melakukan yang terbaik yang sesuai dengan kehendakMu. Sebab kami percaya hanya padaMu lah sumber keselamatan kami. Amin

 

Contemplatio

'Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening