Kamis Pekan Biasa XXIX, 26 Oktober 2017

Rm 6: 19-23 + Mzm 1 + Luk 12: 49-53

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya'.

 

 

Meditatio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!'. Apakah Yesus hendak membakar bumi ciptaanNya sendiri? Yang dimaksudkan Yesus dengan api adalah semangat kasih, kehidupan baru atau gelora pengabdian kepada Tuhan  dan sesama. Dengan tumbuhnya kasih yang bernyala membuat semakin nyatalah kehadiran Kerajaan Allah di tengah-tengah umatNya. 'Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!'. Sebagai seorang manusia, Yesus pun mengalami sakit dan derita, dan itulah yang hendak dialamiNya. Baptisan yang dimaksudkan adalah keberundukan diri kepada Bapa yang mengutusNya, yang mana Dia harus menderita dan disalibkan. Yesus pun punya rasa hati, perasaan insani, hanya saja Dia mampu mengatasi diri, karena kodratNya yang sungguh Allah dan sungguh manusia.

'Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan', tegas Yesus. Mengingat tugas perutusanNya yang membawa api kasih supaya tetap bernyala itu, orang akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Dia bukan untuk mengadu umatNya yang satu dengan lainnya, melainkan membuka wacana kehidupan bagi setiap orang untuk berani memilih mana yang baik, luhur dan mulia, dan yang mendatangkan keselamatan.  'Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya'. Apakah boleh kita katakan iman memecahkan persaudaraan? Persaudaraan memang bisa terpisahkan karena cita-cita keselamatan. Persaudaraan bisa terpecahkan bila ada pihak-pihak tertentu yang tidak mengarahkan diri kepada Tuhan. Bukankah Yesus sendiri pernah mengatakan ibu dan saudara-saudariKu adalah mereka yang melakukan kehendak BapaKu di surga.  Iman kepercayaan dan agama boleh berbeda, tetapi bila sama-sama terarah pada Tuhan Allah yang Mahaesa, maka semuanya akan semakin satu dan persaudaraan semakin terbangun dengan indahnya. Perbedaan cara mendekati Tuhan Allah seharusnya tidak memisahkan persaudaraan. Bukankah Yesus pernah menegur keras Yohanes dan Yakobus yang mau menurunkan hujan api kepada orang-orang Samaria? Yesus sendiri mengirim orang-orang berdosa dan para pemungut cukai, demikian juga perwira Roma, perempuan Siro-Fenesia. Yesus datang membawa pertentangan, karena setiap orang ditantang untuk berani melakukan kehendak Tuhan Bapa di surga atau tidak. Paulus membahasakan keberanian memilih keselamatan itu dengan mengatakan; hamba Allah atau hamba dosa (Rm 6). Kita mau mengamini dan mengikuti yang mana?

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, nyalakanlah api cinta kasih di dalam hati kami, agar kami mampu melakukan yang terbaik menurut kehendakMu  yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin

 

Contemplatio

'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening