Kamis Pekan Biasa XXVIII, 19 Oktober 2017

Rm 3: 21-30 + Mzm 130 + Luk 11: 47-54

 

 

Lectio

Suatu hari ketika diundang makan di rumah orang Farisi, Tuhan Yesus mengecam keras orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat: 'celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari ketika diundang makan di rumah orang Farisi, Tuhan Yesus mengecam keras orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat: 'celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya'. Seruan Yesus ini memang menghantam mereka semua. Kebanggaan sebagai bangsa terpilih tetapi tidak mau mendengarkan segala yang diajarkan para NabiNya yang kudus. Mereka bangga segala yang bersifat historis. Kini Yesus mengingatkan mereka sejarah kelam yang dilakukan oleh nenek moyang mereka terhadap para nabi. Apakah hal ini bisa dikenakan juga kepada kita? Apakah dengan ziarah ke tempat-tempat suci di tanah suci juga tak ubahnya dengan mereka orang-orang Yahudi di jaman Yesus?

Bangga sebagai para murid Yesus, bangga dengan peranan para Nabi memang bisa diungkapkan dengan mengunjungi tempat-tempat historis; dan bahkan dengan mempelajari segala ilmu tentang kitab suci, seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Namun kiranya seperti Paulus, hendaknya kita berkata: 'kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Sebab Allah itu Esa. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman' (Rm 3: 28-30).

'Hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini'. Apakah Yesus hendak membenarkan system pohon keluarga? Sejauh mereka melakukan hal yang sama sebagai orang-orang yang tidak mau menikmati martabat luhur yang mereka terima dari Tuhan Allah, bisa saja dibenarkan. Bukankah dengan pewartaan para Nabi dan Yesus sendiri, kita harus menjadi orang-orang yang bertobat dan mengamini sabda dan kehendakNya?

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat', kecam Yesus kepada mereka. Yesus tidak malu dan tidak mau tahu, walau Dia sekarang diundang dan makan bersama mereka. 'Sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'. Hukum taurat adalah pengetahuan yang indah tentang Allah. Mereka mempelajari dan mempelajari, tetapi mereka tidak melakukannya. Maka benarlah yang pernah disampaikan Yesus: 'turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya' (Mat 23: 3).

Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya. Perjumpaan mereka, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dengan Yesus sepertinya hanya perdebatan saja isinya. Mengapa? 'Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati' (Ibr 4: 12)

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami pelaku sabdaMu yang dapat memberikan teladan bagi sesama, sehingga semakin banyak orang merasakan kasihMu melalui karya pelayanan kami. Amin

 

Contemplatio

'Kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening