Minggu Pekan Biasa XXVIII, 15 Oktober 2017


Yes 25: 6-10 + Fil 4: 12-20 + Mat 22: 1-10

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

 

 

Meditatio

Ada empat poin penting dalam perumpamaan hari ini, pertama: hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Segala hidangan, telah tersedia. Kedua, orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya. Ketiga,  akhirnya semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Keempat, ada seorang yang tidak berpakaian pesta.

Kerajaan Allah itu membahagiakan, dan bukan menyengsarakan. Namun mengapa ada orang-orang yang tidak menyukaiNya? Apakah mereka tidak menghendaki keselamatan. Kerajaan Allah itu bagaikan pesta besar, dan itulah yang digambarkan dalam bacaan pertama. 'TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.  Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi' (Yes 25: 6-9).  Orang-orang jahat pun tidak diperhitungkan dosa dan kesalahannya, asal mau datang dalam pesta itu. Mengapa banyak orang tidak menyukaiNya? Malah melawan kehendakNya? Orang-orang yang tidak mau berpakaian pesta menggambarkan orang yang asal datang,  dan tidak mau tahu dengan aturan main pesta, sebagaimana dikehendaki sang Empunya pesta. Mereka tidak mau menikmatiNya dengan penuh sukacita.

'Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'. Allah sepertinya terpaksa memilih orang-orang yang benar-benar menikmati pesta itu dengan sukacita. Dengan berpakaian pesta berarti mau mengikuti kehendak dan kemauan Tuhan yang memberikan makanan surgawi, yakni keselamatan.

Apakah kita termasuk orang-orang yang boleh menikmati pesta surgawi? Ya benar, karena memang Yesus telah memberikannya kepada kita semenjak kita disatukanNya dalam sakramen baptis. Dia pun membekali kita dengan sabda dan sakramen-sakrmanenNya. Mari kita pun berani berkata seperti Paulus: 'segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku' (Fil 4: 13), artinya kalau pun tokh ada aneka kesulitan, mari kita mengeluh kepada Tuhan Yesus, dan meminta bantuan daripadaNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu, lewat baptisan kami Kau pilih dan Kau selamatkan. Kiranya kami sungguh-sungguh mempersiapkan diri, agar layak dalam menyambut pestaMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening