Rabu Pekan Biasa XXIX, 25 Oktober 2017

Rm 6: 12-18 + Mzm 124 + Luk 12: 39-48

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."  Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?" Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

 

 

Meditatio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'ketahuilah ini, jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar'. Tidak ada pencuri yang memberitahukan saat kedatangannya; malah sebaliknya dia akan datang di saat banyak orang sedang lengah dan tak berdaya. Karena itu, 'hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan'. Kedatangan Anak Manusia yang mana yang dimaksudkan Yesus? Bukankah Dia sudah datang? Tentunya kedatangan Yesus kedua kalinya yang harus dipersiapkan.

Kata Petrus: 'Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?'. Mengapa Petrus bertanya seperti itu? Apakah dia merasa memang, bahwa selama ini mereka para murid itu kurang menyadari makna berjaga-jaga? Atau mereka memang tidak menaruh perhatian akan kehadiran kedua kalinya sang anak Manusia? Atau memang mereka tidak mengerti apa yang ditegaskan Yesus ini?  Jawab Tuhan: 'jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?'. (Siapakah yang dimaksud dengan pengurus rumah ini? Apakah mereka itu juga termasuk para hamba?).  'Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya'. Seorang hamba akan dinaikkan jabatannya kalau dia selalu menyenangkan hati tuannya, dan tuannya pun merasa tenang atas segala miliknya.

'Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia'. Hamba yang setia dan bertanggungjawab akan mendapatkan hadiah dari tuannya, tidaklah demikian dengan mereka yang berbuat jahat dan tidak bertanggungjawab itu. Ketidaktahuan kita akan kedatangan anak Manusia memang tetap meminta kita untuk setia selalu dalam mengharapkan kedatanganNya.

'Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan'. Maksudnya, bahwasannya: 'setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut'. Orang yang banyak mendapatkan tuntutan, bukan saja mereka yang banyak menerima, melainkan juga mereka yang banyak mendapatkan kepercayaan. Kamu telah menerima dengan cuma-cuma, maka demikianlah kamu hendaknya memberi dengan cuma-cuma pula; demikian juga orang yang banyak mendapatkan kepercayaan dari sesamanya.

Apakah kita ini bagaikan seorang hamba, sebagaimana diperumpamaan Kristus tadi? Paulus mengingatkan: 'dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran' (Rm 6: 17-18). Hamba kebenaran memang kita selalu mentaati dan mengamini segala kebenaran Allah, yang kebenaran utama adalah Kristus Tuhan Allah sendiri.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang siap sedia dalam menantikan kedatanganMu, dengan mengamini dan melakukan kehendakMu. Supaya kamipun pantas mendapatkan hadiah keselamatan pada akhirnya nanti. Dampingilah kami selalu ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan'.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening