Rabu Pekan Biasa XXVII, 11 Oktober 2017

Yun 4: 1-11 + Mzm 86 + Luk 11: 1-4

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."  Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: 'Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya'. Para  murid sepertinya tertarik melihat Yesus yang selalu berdoa dan berdoa seorang diri, sehingga mereka pun minta diajari oleh sang Guru untuk berdoa. Seorang Tuhan Yesus masih berdoa dan berdoa kepada Bapa di surga, tentunya kita harus berani juga berdoa seperti Dia. Kesalahan Yesus memang mengapa Yesus tidak mengajak para muridNya untuk berdoa bersama. Mengapa Yesus tidak pernah mengajak para murid berdoa dan berdoa bersama?

'Apabila kamu berdoa', tegas Yesus kepada para muridNya, 'katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu'. Dia kita panggil Bapa, karena Dialah sang Empunya Kerajaan Surga. Dia tidak jauh di sana. Dia malah selalu menyapa dan menyapa kita umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Yesus menempatkan para muridNya sebagai saudara-saudariNya se-Bapa, karena Yesus sadar sungguh, bahwa para murid ini tidak hanya pandai mendengarkan sabda dan kehendakNya, tetapi mereka juga berusaha melakukan segala yang diajarkanNya kepada mereka. Dia layak dikuduskan namaNya, sebab Dia memang kudus adaNya, dan hanya kepadaNyalah kita semua orang harus berani menyembah.

'Datanglah Kerajaan-Mu'. Sebab hanya dalam penguasaanMu, dalam kendali tanganMu yang penuh belaskasih itu segalanya dapat berjalan dengan indahnya. Kalau semuanya merunduk kepadaMu, maka semuanya akan berjalan dengan baik. Sebab memang Engkaulah Raja yang mulai dan berkuasa untuk selama-lamanya.

'Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya'. Cukuplah kalau ada makanan dan minuman (1Tim 6:6). Sebab makanan-makanan itu akan memberi kekuatan dan semangat bagi kita semua. Sebaliknya kalau makanan melimpah-limpah akan membuat kami rakus dan tamak, dan tak mau membatasi diri. Penuhilah saudara dan saudari kami juga, ya Tuhan

'Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami'. Pengampunan kami kepada orang lain akan bermakna, kalau memang kami mendapatkan pengampunan terlebih dahulu. Sebab pengampunan itu tentunya tidak berasal dari pada kami, tetapi juga dari kasihMu sendiri yang mengampuni dan membebaskan kami. Kami siap ya Tuhan Bapa di surga untuk menjadi saluran berkat pengampunan bagi sesama kami. Kami ingin membagikan belaskasihMu, karena belaskasihku amat terbatas. Aku tidak ingin seperti yang dilakukan Yunus. 'Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?  Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?' (Yun 4: 1-11). Bukankah Aku yang telah menciptakan mereka, dan mereka adalah milikKu? Kalau engkau saja marah karena pohon jarak itu, demikian juga Aku terhadap mereka. Namun mereka itu adalah milikKu, dan Aku tidak akan membinasakan milikKu sendiri. Itulah pengalaman Yunus. Aku ingin lebih baik dari Yunus.

'Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan', sebab kami amat lemah dan mudah lupa diri. Sebaliknya teguh dan kuatkan iman kepercayaan kami, dan semangatilah kami agar tidak mudah jatuh dalam aneka cobaan. Kecenderungan kami ini amat mudah jatuh dalam jurang yang membinasakan. Teguhkan kami ya Yesus.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, rajailah hati kami, agar apapun yang kami lakukan sesuai dengan kehendakMu, sebab Engkaulah yang bertahta dalam hati dan membimbing setiap langkah hidup kami. Amin

 

Contemplatio

'Datanglah Kerajaan-Mu'.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening