Sabtu Pekan Biasa XXVI, 7 Oktober 2017


Bar 4: 5-12 + Mzm 69 + Luk 10: 17-24

 

 

Lectio

Suatu hari ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

 

 

Meditatio

Suatu hari ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: 'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu'. Mereka semua bangga atas pekerjaan yang dapat mereka laksanakan. Mereka itu kawanan domba, tetapi dapat pulang dengan selamat dalam perjumpaan mereka dengan kawanan serigala. Kebanggaan tersendiri memang bagi setiap orang yang dapat melakukan kehendak Bapa dan Yesus yang mengutus mereka.  Lalu kata Yesus kepada mereka: 'Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'. Yesus pun ikut bangga dengan keberhasilan mereka dalam tugas perutusan yang diberikanNya. Yesus bangga atas keberanian mereka melakukan perintah-perintahNya. Namun Yesus tetap mengingatkan mereka, agar tidak tenggelam dalam kebanggaan karena dapat melakukan segala sesuatu dengan baik. Hendaknya mereka bangga karena mau mengamini kehendak Tuhan Allah yang membuat nama mereka terdaftar di surga.

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'. Ucapan syukur Yesus karena para muridNya mampu melakukan segala yang diperintahkanNya. Yesus bangga, bahwa mereka semua dapat melakukan semuanya itu, dan memang itulah yang menjadi kehendak Bapa sendiri. Secara sengaja pula sepertinya Bapa yang menyertai mereka. Sepertinya Yesus juga berseru: 'berbahagialah kalian, sebab bukan kekuatan manusia yang membuat kamu berhasil, melainkan Bapa-Ku yang di sorga' (bdk.Mat 16: 17).

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu'. Yesus menyampaikan dan berkata-kata demikian, karena memang Dia telah memberikan kuasa kepada para muridNya dan meminta mereka untuk mewartakan, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat sembari berbagi segala yang telah mereka terima. Yesus pun meminta mereka untuk berani berbagi, karena segalanya telah diterimaNya dari Bapa di surga.

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: 'berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat'. Mengapa?  'Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Kesempatan dan peluang indah diterima oleh para murid untuk menerima segala yang indah dan baik dari Tuhan, sebagaimana telah dirindukan banyak nabi dan raja. Mereka mendapatkan kesempatan yang indah, tidak seperti para nabi dan raja, karena mereka selalu ada bersama dengan sang Kehidupan itu sendiri.

Apakah kita juga termasuk orang-orang beruntung seperti para murid? Dengan jujur kita harus berani berkata: ya benar. Walau tak dapat disangkal, kita sering menoleh ke kanan dan ke kiri mencari kepuasan diri, dan enggan mengamini sabdaNya. Baiklah kalau kita terus berani memohon belaskasihNya yang menyelamatkan itu. 'Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula. Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin. Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu' (Bar 4: 29). Seruan Barukh ini kiranya juga menjadi permenungan bagi kita yang selalu merindukan belaskasih dan perhatianNya.

Tentunya kita juga harus berani bersyukur kepada Tuhan sebagaimana dilambungkan oleh Maria, yang meradakan betapa baiknya Allah yang berbelaskasih itu. 'jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur kepadaMu sabdaMu hari ini mengingatkan kami, bahwa apapun yang telah kami lakukan semuanya itu berkat anugerahMu. Maka kiranya kami semakin berani dalam mengamini sabdaMu dan berbagi apa yang kami miliki kepada sesama kami, agar merekapun beroleh rahmat kasihMu.

Santa Maria Ratu Rosario, doakanlah kami. Amin

Contemplatio

'Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening