Sabtu Pekan Biasa XXVIII, 21 Oktober 2017

Rm 4: 13-18 + Mzm 105 + Luk 12: 8-12

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."

 

 

Meditatio

'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah', tegas Yesus kepada para muridNya. Mengakui Yesus di depan manusia berarti menegaskan dirinya tidak lagi hidup seturut kemauan diri, melainkan mengikuti kehendak dan kemauan Yesus. Hidup seperti Yesus. Namun mengapa Yesus menyebut diriNya anak Manusia, memakai orang ketiga, dan tidak langsung berkata Aku? 'Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah'. Apakah dengan pengucapanNya ini Yesus mempunyai sikap pamrih dan dendam? Yesus tidak mempunyai dendam. Bukankah Allah itu Kasih? Orang yang menolak keselamatan tentunya tidak menikmati keselamatan; itulah yang hendak dikatakan Yesus kepada mereka semuanya. Menerima dan mengakui Yesus, berarti mengakui dan menerima keselamatan.

'Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'. Apakah Roh Kudus itu lebih hebat dari Anak Manusia? Apakah melawan di sini diartikan tidak memusuhi anak Manusia, atau hanya diartikan berseberangan saja? Menghujat Roh Kudus berarti menyamakan diri dengan Roh Kudus, menyamakan diri dengan Allah; bukankah kita manusia hanyalah manusia yang diberi nafas kehidupan oleh Allah? Bukankah kita hanya sebatas citra Allah? Kita bukan Allah! Menyamakan diri dengan Allah memang melawan dan memusuhi Allah, layaklah kalau siapa yang melawan dan tidak mengakui itu tidak mendapatkan pengampunan dari padaNya. Menghujat Roh Kudus bisa diartikan bahwa diri seseorang dapat menyelamatkan dirinya, padahal bukankah keselamatan itu hanya dari Allah?

'Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'. Yesus tidak membiarkan para muridNya berbicara dan berkata-kata seorang diri. Dia menyertai setiap orang dalam RohNya. Semuanya itu dapat dinikmati oleh setiap orang bila memang dia selalu berkomunikasi denganNya, yang benar-benar berani mengakui anak Manusia di depan banyak orang, dan tidak malu-malu mengakui, bahwa dirinya percaya kepada Kristus Tuhan.

Kalau ada seseorang bertanya kenapa kita percaya kepada Anak Manusia? Tentunya dengan tegas kita harus berani berkata: saya percaya kepadaNya karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. Dia dilahirkan dan bukan dijadikan. Dialah yang dinubuatkan para Nabi. 'Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya' (Rm 4: 18). Kalau Abraham saja berani berbuat seperti itu, tentunya kita orang-orang yang percaya dan menerima aneka berkat dan rahmatNya, hendaknya semakin berani mengungkapkan iman kepercayaan dalam hidup sehari-hari tanpa rasa takut dan kuatir. Bukankah Yesus sendiri menjanjikan Roh Kudus kepada setiap orang sebagaimana dikatakan tadi, terlebih-lebih yang berani memintaNya? (Luk 11: 13)

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ketika dibaptis, Engkau telah mengirimkan Roh KudusMu untuk mendampingi kami. Maka kami percaya, ketika menghadapi persoalan dan tantangan Engkau tidak membiarkan kami sendirian dalam menghadapinya, Engkau pasti menolong kami. Terima kasih ya Yesus untuk anugerahMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening