Selasa Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2017

Rom 1: 16-25 + Mzm 19 + Luk 11: 37-41

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.  Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu".

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Mengapa seorang Farisi ini mengundang Yesus? Begitu tertarikkah dia terhadap Yesus? Apakah dia sengaja mengundang Yesus hanya ingin menjebak Dia, sang Guru? Apakah dia merasa kalah saingan dengan Matius pemungut cukai yang bisa mengundang Yesus, padahal dia seorang Farisi yang menduduki kursi Musa tak mampu dan berani mengundangNya? Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.  Yesus amat positif memandang sesamaNya. Orang berdosa pun diterimaNya. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Apakah orang Farisi ini merasa tidak puas dengan kenyataan seperti itu? Orang Farisi itu diam saja dan tidak bertanya; dia hanya bertanya-tanya dalam hati tentunya.

Yesus bukanlah orang yang buta hatiNya. Dia mengetahui hati setiap orang. Merasakan kenyataan seperti itu, Yesus langsung berkata: 'kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan'. Yesus berkata demikian, karena mereka amat memperhatikan dan mengutamakan segala yang nampak dan dilihat orang, tetapi tidaklah demikian dengan isi hati dan kemauan diri mereka. 'Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'. Yesus mengingatkan, bahwa Allah adalah sang Empunya kehidupan. Dia tahu seluruh hidup manusia secara utuh. Keberanian mereka melakukan segala yang baik dan benar, dan bukan supaya dilihat orang, akan sungguh-sungguh berkenan dan dapat dinikmati oleh banyak orang yang ada di sekitar mereka. Kerelaan jiwa untuk melakukan segala sesuatu secara ikhlas dan sukarela adalah suatu bentuk persembahan diri dan pelayanan kepada orang lain.

Kita bukanlah orang-orang Farisi yang begitu asing terhadap Yesus. Kita mengenal baik siapakah Yesus itu, bahkan kita ingin menjadi para muridNya yang kudus. Mari kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dan semakin berani mengenal Dia dengan menjalankan kehendakNya. Janganlah yang dikatakan Paulus kepada umat di Roma: 'sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh' (Rom 1: 21-22) dikatakannya juga kepada kita. Sebaliknya mari seperti Paulus kita berkata: 'aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya'.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk berani melakukan segala yang baik dan benar bukan untuk dilihat dan dipuji orang, tetapi sungguh kami lakukan sebagai persembahan diri kami kepadaMu. Amin

 

Contemplatio

'Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan'.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening