Senin Pekan Biasa XXVI, 2 Oktober 2017

Kel 23: 20-23 + Mzm 91 + Mat 18: 1-5.10

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

 

Meditatio

'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?', tanya para murid kepada Yesus. Mengapa mereka tidak bertanya terlebih dahulu bagaimana supaya dapat masuk Kerajaan Surga dengan mudah? Apakah mereka sudah yakin diri, bahwa akan masuk surga karena mengikuti sang Guru? Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Sebaliknya Yesus malah mengingatkan, agar setiap orang harus berani bertobat dan bertobat supaya dapat masuk Kerajaan Surga. Bertobat di sini tentu artinya tidak saja berubah haluan yang sebelumnya terbiasa tenggelam dalam kuasa dosa, dan sekarang mau membebaskan diri dari kuasa dosa, juga keberanian untuk selalu mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Bertobat berarti selalu menyelaraskan hidup dengan kehendak dan perintah-perintah Tuhan.

'Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Orang yang selalu siap sedia menjadi sesama bagi orang lain, sebagaimana diteladankan orang Samaria yang baik hati. Orang yang selalu memperhatikan sesama, orang yang mau menjadi pelayan bagi sesamanya, ternyata merekalah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Semuanya harus dicontoh, sebagaimana dilakukan seorang anak kecil yang selalu mentaati kehendak orangtuanya, yang sekaligus amat bersandarkan pada kasih ayah dan ibunya. Sikap seperti anak kecil yang taat dan berpasrah diri kepada kedua orangtuanya inilah yang kiranya menjadi patrun bagi setiap orang dalam mengikuti sang Empunya kehidupan.

'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku', tegas Yesus. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu.  Anak kecil adalah anggota dari mereka yang harus diperhatikan dan dihormati. Mereka sama seperti kita, tercipta sesuai dengan gambar Allah sendiri, hanya saja mereka belum mampu bertindak segesit dan secepat kita yang sudah dewasa. 'Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini, karena ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga'. Anak kecil itu semartabat dengan kita semua. Mereka adalah milik Allah sama seperti kita. Mereka juga dilindungi oleh Allah melalui para malaikatNya sebagaimana yang kita nikmati.

'Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan'. Sabda inilah yang disampaikan kepada setiap orang. Kehadiran Tuhan Allah ditampakkan dan dinyatakan oleh para malaikatNya yang kudus. Kiranya memang sulit untuk mendefinisikan siapakah para malaikat pelindung kita itu, tetapi kiranya Allah mengutus mereka melindungi kita dari segala mara bahaya. Sekuat apakah mereka? Apakah mereka mampu mengalahkan kehendak bebas yang kita miliki? 'Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu' (Kel 23: 21-23).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kerendahan hati untuk senantiasa mengandalkan Engkau, sebab kerapkali kami merasa hebat bisa melakukan ini dan itu, tanpa menyadarinya, bahwa itu semua karena belaskasihMu. Ampunilah kami ya Yesus, agar kelak kamipun dapat menikmati kemuliaan surgawi. Amin

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening