Hari Jumat Pekan Biasa XXXIV, 1 Desember 2017

Rom 10: 9-18 + Mzm 19 + Mat 4: 18-22

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada para muridNya: 'Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu'.

 

 

Meditatio

'Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja', kata Yesus kepada para muridNya, 'apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat'. Kembali Yesus mengingatkan pada murid-muridNya akan tanda-tanda, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Tanda-tanda apakah yang dimaksudkan oleh Yesus. bukankah kehancuran Yerusalem dan bait Allah tidak bisa menjadi tanda pasti akan datangNya Kerajaan Allah? Apakah aneka tantangan fisik dan psikis yang dialami oleh para murid sebagaimana dikatakan beberapa hari lalu kepada kita? Bukankah Yesus juga menegaskan bahwa kehadiranNya tidak didahului denagn tanda-tanda lahiriah?

Mengapa Yesus di sini mengambil perumpamaan dengan pohon ara? Di Palestina memang pohon ara adalah pohon yang pertama memperlihatkan tunasnya sebagai tanda, bahwa musim semi sudah tiba mengawali musim panas. Sama seperti pohon ara yang bertunas menandakan musim semi telah tiba, dapatkah atau beranikah kita menegaskan bahwa runtuhnya bait Allah, penderitaan Anak Manusia, runtuhnya Yerusalem menjadi tanda-tanda akan  kedatangan Anak Manusia? Yesus tak henti mengingatkan dan menyadarkan para muridNya, agar mereka senantiasa berjaga-jaga.

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi'. Angkatan mana yang dimaksudkan Yesus? apakah angkatan yang dimaksudkan adalah setiap orang yang membaca Injil ini, termasuk kita sekarang ini? Kalau alam semesta berlalu, tentunya kita sebagai bagian dari alam semesta ciptaanNya juga ikut berlalu. Kita semua adalah ciptaanNya yang tidak kekal. 'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu'. Apakah ini berarti bahwa para murid pada waktu itu akan menyaksikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya? Tentunya tidak ada seorangpun yang tahu kapan kedatanganNya yang kedua itu. Tetapi kita para murid dan pengikut Kristus, sudah seharusnya siap sedia dan berjaga-jaga setiap saat, agar ketika Firman itu datang umat manusia kedapatan tetap setia dalam imannya. Keberanian setiap orang membiarkan diri sabda diperdengarkan pada dirinya, dan membiarkanNya bergema dalam hati dan budi kita, tentunya akan membuat kita menjadi kekal sebagaimana Dia sendiri kekal adaNya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami kedapatan setia sampai akhir. Ajarilah kami menjadi orang-orang yang gemar akan sabdaMu, sebab memang sabdaMu adalah perkataan hidup kekal. Amin

 

Contemplatio

'Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu'.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening