Jumat Pekan Biasa XXXII, 17 November 2017

Keb 13: 1-9 + Mzm 19 + Luk 17: 26-37



Lectio

Pada waktu itu atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: " sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

 

Meditatio

Pada waktu itu atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: 'sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua'. Tak ada peristiwa istimewa; semuanya berjalan sebagaimana adanya. Peristiwa demi peristiwa berlangsung dalam perjalanan sejarah kehidupan. 'Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua'. Semua berjalan sebagaimana adanya, tetapi tiba-tiba gertakanNya benar-benar mengagetkan, bahkan membinasakan banyak orang, karena mereka dalam peristiwa kehidupan itu melupakan dan mengabaikan kehadiranNya di tengah-tengah umatNya.

'Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya'. Kehadiran Anak Manusia memang tanpa disertai tanda-tanda yang mengejutkan. 'Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali'. Kiranya semua mengalir sebagaimana apa adanya. Mengapa Yesus melarang setiap oranag untuk bergerak atau berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya? Apakah yang dimaksudkan itu agar orang tetap berani memandang ke depan, dan tidak mudah melihat ke belakang, sebagaimana yang dilakukan oleh isteri Lot? 'Ingatlah akan isteri Lot!'. Sebab memang 'barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya'. Kita tak mempunyai kuasa untuk menyelamatkan dirinya, sebab juga tak jarang kita bermaksud menyelamatkan nyawa tetapi sebenarnya hanya untuk menjaga kenyamanan diri. 'Aku berkata kepadamu: pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan'. Apa yang dimaksudkan Yesus dengan pengambilan yang satu dan meninggalkan yang lain? Mengapa harus ditinggal satu, mengapa tidak dua-duanya diambil? Semuanya memang tidak sesuai dengan keinginan dan kemauan diri kita. Semuanya adalah kehendakNya.

Kata mereka kepada Yesus: 'di mana, Tuhan?'. Mengapa para murid bertanya demikian? Apakah mereka mengerti apa yang dikehendaki oleh Yesus, atau malah mereka merasa takut akan segala yang hendak terjadi itu? Kata-Nya kepada mereka: 'di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar'. Yesus tidak menjawab dengan tegas; sepertinya Yesus hendak mengatakan bahwa tidak terjadi sekarang ini, segala-galanya ada waktunya sebagaimana dikatakan oleh kitab Kebijaksanaan.

'Jika dengan menikmati keindahannya mereka sampai menganggapnya allah, maka seharusnya mereka mengerti betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu. Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya. Jika mereka sampai dipesonakan oleh kuasa dan daya, maka seharusnya mereka menjadi insaf karenanya, betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu' (Keb 13: 3-4). Apakah kita boleh menyimpulkan berdasarkan kitab Kebijaksanaan ini, bahwasannya peristiwa Nuh dan Lot saja begitu hebatnya, apalagi tentunya peristiwa penebusan yang akan dialakukan oleh sang Anak Manusia? Kalau Yesus mengingatkan peristiwa demi peristiwa akan trjadi, demikian juga kematian dan penebusan Anak Manusia sepertinya itu harus terjadi karena kehadiranNya. Dia harus disalibkan karena pelanggaran-pelanggaranNya, ya seperti itulah  .

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu sulit kami mengerti, karena memang Engkau Mahakuasa dan mulia, sedangkan kami ini hanyalah ciptaanMu. Namun ajarilah kami untuk semakin merasakan kehadiranMu dalam setiap nafas kehidupan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening