Jumat Pekan Biasa XXXIII, 24 November 2017


1Mak 4: 36-37 + Mzm  + Luk 19: 45-48

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

 

 

Meditatio

'Ada tertulis: rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'. Inilah alasan tegas yang digunakan Yesus mengusir semua pedagang yang bertransaksi dalam Bait Allah. TeguranNya ini mengingatkan kita semua juga agar kita berani menggunakan gereja sebagaimana fungsinya. Kita pun dapat menggunakannya sebagai sarang penamun, bila memang dalam kompleks gereja, kita mencari keuntungan. Kita bukannya menjadi pelayan bagi sesame umat beriman, melainkan mencari keuntungan dan mencelakakan sesame. Maksud baik para pedagang yang hendak membantu umat beriman mempersiapkan kurban persembahan sepertinya beralih kepada pencarian keuntungan diri, karena mereka melihat cela-cela untuk mendapatkannya. Aneka kegiatan kegiatan komunitas-komunitas doa seringkali memang menjadi sasaran yang mudah untuk mencari keuntungan diri.

Tiap-tiap hari Ia mengajdar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Orang-orang yang terpelajar dalam bidang agama malahan mengalami kesulitan mendengarkan sabda dan kehendak Tuhan, karena memang mereka menggunakan konsep pikiran diri daripada kemauan untuk mendengarkan sabda Tuhan dengan sepenuh hati. Para pendengar Yesus terbagi dua: ada yang mau mendengarkan, karena merindukan keselamatan, tetapi juga ada yang mau men-cek kebenaran sebagaimana yang mereka pahami selama ini, dan bukannya sesuai dengan kehendak Tuhan yang disampaikan. Mereka inilah orang-orang Yerusalem yang ditangisi oleh Yesus sebagaiman kita renungkan kemarin. Mereka benar-benar tidak tahu kalau Tuhan sedang melawat mereka umatNya. Kehadiran Tuhan yang lemah lembut, sepertinya kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan pengalaman Yudas dan Matatias, sebagaimana diceritakan dalam kitab Makabe hari-hari ini.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu memang sering di luar prakiraan dan praduga kami, bahkan tidak sesuai dengan konsep pikiran dan kemauan kami. Ajarilah kami untuk memamahi kehadiranMu dalam setiap peristiwa kehidupan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Rumah-Ku adalah rumah doa'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening