Kamis Pekan Biasa XXXII, 16 November 2017


Keb 7: 2230 + Mzm 119 + Luk 17: 20-25



Lectio

Pada waktu itu atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini".

 

 

Meditatio

Pada waktu itu atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: 'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah'. Mengapa? Karena memang kita manusia tidak mampu menangkap dan menguasai kehadiran sang Empunya Kehidupan itu. Kehadiran ilahi di luar daya tangkap insani.  'Juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana!'. Dia tidak dapat dihitung secara matematis, walau tak dapat disangkal setiap orang dapat menikmati kehadiranNya; bahkan tubuh kita adalah bait kehadiran Allah sendiri. 'Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'. Yesus kembali membahasakan diriNya. Dia tidak pernah berkata Akulah Dia, kecuali waktu hendak disalibkan. Akulah Allah. Akulah sang Empunya Kerajaan Allah. Yesus amat menghendaki pengakuan itu keluar dari dalam hati setiap orang yang mengenal diriNya. Dia sang Kerajaan Allah sudah datang, karena Dia membuka keselamatan bagi setiap orang tanpa terkecuali, dan setiap orang diundang untuk menikmatiNya.

'Dalam kebijaksanaan ada roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam, tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh, yang arif, murni dan halus sekalipun. Sebab kebijaksanaan lebih lincah dari segala gerakan, karena dengan kemurniannya ia menembusi dan melintasi segala-galanya. Kebijaksanaan adalah pernafasan kekuatan Allah, dan pancaran murni dari kemuliaan Yang Mahakuasa. Karena itu tidak ada sesuatupun yang bernoda masuk ke dalamnya' (Keb 7: 24-26). Kalau kebijaksanaanNya begitu hebatnya, apalagi tentunya sang Empunya kebijaksanaan itu, yang adalah Allah sendiri.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya'. Sebuah keinginan yang amat luhur, tetapi keinginan dan bahkan kerinduan hati manusia tak mampu menguasai kehendak Allah sendiri. 'Orang akan berkata kepadamu: lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya'. Kembali Yesus menegaskan keagungan Anak Manusia yang tak dapat dikuasai oleh indera manusia ciptaanNya. 'Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini'. Keagungan Tuhan Yesus tetap akan mengamini kehendak Bapa yang mengutusNya, bahwa Dia akan minum cawan yang telah diberikan kepadaNya. Keagungan sang Empunya kehidupan ini tetap mau memberikan hidupNya menjadi tebusan bagi seluruh umatNya. Dia harus menderita, bahkan mati di kayu salib.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau selalu hadir dalam hati setiap umatMu, tetapi kami seringkali tidak menyadarinya. Berilah kami kebijaksanaan untuk dapat memahami kehendakMu dan menikmati keindahan kehadiranMu itu. Amin

Contemplatio

'Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening