Kamis Pekan Biasa XXXIII, 23 November 2017


1Mak 2: 15-29 + Mzm 50 + Luk 19: 41-44

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

Meditatio

Suatu hari ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya. Mengapa Yesus menangisinya? Apakah Yesus menemukan kejanggalan atau sesuatu yang patut disesalkan? Kata-Nya: 'wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu'. Yerusalem ternyata tidak tahu bagaimana mendapatkan damai sejahtera. Orang-orang Yerusalem sepertinya mengabaikan proses untuk mendapatkan damai sejahtera, dan kini malah sudah tertutup pintunya untuk mendapatkannya. 'Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain'. Yesus menubuatkan, bahwa Yerusalem akan mengalami kehancuran, bukan saja kotanya yang megah tetapi juga orang-orang Yerusalem juga akan mengalami kebinasaan yang tidak mengenakkan itu. Mengapa? 'Karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau'. Mereka memang tidak tahu mau tentang kehadiran Anak Manusia yang hadir di tengah-tengah umatNya. Dia menyapa dan menyapa, tetapi tidak didengarkanNya. Dia mengundang dan mengundang, tetapi tidak diperdulikanNya. Segala mukjizat yang dibuatNya tidak membuat mereka bertobat dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Berkali-kali Yesus mengecam mereka semua, tetapi tidak didengarkannya juga. Namun semuanya tidak mengubah kasih setia Tuhan terhadap umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Lalu apa yang akan dibuat Allah?

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bukalah telinga dan hati kami agar memiliki kepekaan dalam menanggapi panggilanMu. Sehingga kami mengerti akan kasihMu yang membawa damai sejahtera dan keselamatan bagi kami. Amin

 

Contemplatio

'Engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau'.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening