Sabtu Pekan Biasa XXX, 4 November 2017

Rm 11: 1-12 + Mzm 93 + Luk 14: 7-11

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan bersama. Ketika Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan bersama. Ketika Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka. Yesus menyampaikan perumpamaan tentunya hendak mengajar kehidupan bagi mereka semua. Yesus memberi pengajaran bertitik tolak dari pengalaman dan peristiwa nyata, agar dapat dengan mudah dimengerti semua orang.

'Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain'. Kehormatan diri memang tidak ditentukan diri sendiri, bukan saya menentukan kehormatan diri saya, melainkan orang lain yang melihat, mendengar, mengenal dan bergaul dengan saya. Orang lainlah yang menentukan sebesar apa kehormatan dan pujian yang diberikan kepada saya. Hanya orang yang angkuh dan rakuslah yang menentukan dan mengambil segala sesuatu bagi dirinya sendiri.

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan', tegas Yesus di akhir pengajaranNya. Demikian juga tentunya mereka yang terakhir akan menjadi yang terdahulu, dan mereka yang terdahulu akan menjadi yang terakhir. Kesombongan diri dan keinginan mencari kehormatan akan menjauhkan seseorang dari kasih Allah. Maka benarlah yang pernah direnungkan oleh Paulus: 'adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu' (Rm 11: 1.11). Bukankah Yesus pun pernah mengingatkan kita semua dengan mengatakan, 'bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu?' (Mat 21: 43).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, mungkin tanpa kami sadari kamipun bersikap seperti itu, menganggap diri lebih tinggi atau lebih mampu terhadap yang lain. Ampunilah kami ya Yesus dan bantulah kami, agar mampu bersikap rendah hati, menerima orang lain sebagai ciptaan yang sama dan bermartabat. Terima kasih ya Yesus atas rahmat kasihMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain'.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening