Sabtu Pekan Biasa XXXI, 11 November 2017


Rm 16: 3-9,16,22-27+ Mzm 145+ Luk 16: 9-15



Lectio

 

Pada waktu itu Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon'.  Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah".

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata: 'Aku berkata kepadamu: ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi'. Persahabatan dengan siapa? Tentunya dengan semua orang yang berkehendak baik, termasuk dengan mereka yang mempunyai keinginan untuk bertobat selalu. Mammon tentunya kita gunakan hanya sekedar sebagai sarana dalam pergaulan dan bukannya yang menentukan dalam pergaulan itu sendiri. Sebab pergaulan dan perhatian kita sesamalah yang menjadi perhitungan Tuhan dalam menikmati keselamatan. Bukankah Yesus juga pernah mengingatkan kita, agar menaruh perhatian terhadap mereka yang hina? Mammon tidak menentukan kita dalam menikmati keselamatan kelak. Kalaupun tidak ada mammon, maka pergaulan akan tetap langgeng dan saling meneguhkan satu sama lain.

'Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar; dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar'. Kesetiaan seseorang dalam menghadapi aneka persoalan kehidupan memang diawali dalam kesetiaannya terhadap aneka persoalan kecil dalam keseharian hidup. 'Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?'. Kesetiaan kita dalam mengatur harta benda yang kita miliki memang menjadi bekal dalam menata kehidupan yang lebih besar. Tekanan pada kesetiaan, dan bukannya pada harta benda yang kita miliki. Sekali lagi, kekayaan tidak menentukan seseorang menikmati keselamatan; malah sebaliknya kekayaan dapat membuat orang sulit masuk kerajaan surga.

Yesus kemudian menambahkan juga:  'seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon'. Selain membuat kita conflict of interest terhadap keduanya, mana yang harus kita dahulukan, kiranya tak dapat disangkal, keduanya tak dapat disatukan dan sinergi dalam menikmati kenyamanan dan kedamaian hidup. Penekanan akan kekayaan dalam hidup akan membuat kita jauh dari Tuhan, sebaliknya menyatukan diri dalam pelukan kasih Tuhan akan membuat setiap orang dapat menikmati hidup ini dengan indahnya. Ada hitam atau putih, ada pahit atau manis, ada basah atau kering, ada dingin atau panas, ada kaya atau miskin, seseorang dapat menikmati hidup dengan indahnya, karena ada Tuhan dalam hidupnya.

Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Apa cemoohan mereka terhadap Yesus? Bisakah seseorang hidup tanpa harta sepeser pun? Bisa, bila ada makan dan minum yang cukup baginya. Lalu Ia berkata kepada mereka: 'kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah'. Bukankah memang kita manusia ini lebih condong kepada aneka inderawi dan lahiriah? Bukankah kecenderungan insani kita ini lebih kuat? Yesus mengingatkan kita semua agar kita tetap berani mengandalkan Tuhan Allah sumber kehidupan itu sendiri.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami, agar dengan berkat dan anugerahMu kami mampu bertindak bijaksana dalam menggunakannya, bukan untuk kepuasan diri kami sendiri, tetapi bagaimana kami dapat menggunakannya untuk mendekatkan diri dan memuliakan namaMu. 

Santo Martinus, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi'.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening