Sabtu Pekan Biasa XXXII, 18 November 2017

Keb 18: 14-16 + Mzm 105 + Luk 18: 1-8



Lectio

Suatu hari Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.  Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."

Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"  

 

Meditatio

Setelah Yesus memberikan wejangan pada murid-muridNya, kembali Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Apa maksudnya Yesus meminta para murid berdoa dengan tak jemu-jemu? Apakah selama ini mereka kurang berdoa atau tidak pernah berdoa malahan? Apa yang dimaksudkan dengan doa yang tak jemu-jemunya, sebagaimana dikehendaki Yesus? Apakah kita terus-terusan berdoa?

Kata-Nya: 'dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: belalah hakku terhadap lawanku'. Seperti kita ketahui pada umumnya seorang hakim itu membela suatu perkara hanya demi uang, yang mempunyai uang akan dimenangkan. Dan janda, kita tahu, biasanya digambarkan sebagai orang kecil yang tidak berdaya. Maka karena perkaranya tidak dimenangkan oleh si hakim, janda tersebut bolak balik datang memohon untuk diperlakukan secara adil. 'Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku'. Karena kegigihannya maka akhirnya permohonannya dikabulkan juga.

'Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!', kata Yesus,  'tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?'.  Yesus meminta para murid untuk melihat pada 'hakim' yang seperti diketahui adalah orang yang curang, tidak takut Allah, tetapi orang yang seperti itu akhirnya membela kebenaran. Kalau hakim jahat saja mampu berbuat demikian, apalagi lagi tentunya Allah yang penuh belaskasih dan mahaadil, pasti akan mengabulkan doa orang-orang  yang siang malam tak jemu-jemu berseru kepadaNya. Doa yang tak jemu-jemunya sepertinya akan meluluhkan hati sang Empunya kehidupan melimpahkan rahmat dan berkatNya. Namun benarkah Tuhan Allah tidak akan mengulur-ulur waktu sebelum menolong kita? Bukankah Allah kita adalah Allah yang lamban?

'Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?', tegas Yesus. Apa kaitan kedatangan Anak Manusia dengan iman di bumi? Apakah di akhir jaman banyak orang murtad dan kehilangan imannya? Apakah Yesus meragukan kesetiaan orang-orang yang dikasihiNya? Maka baiklah kita tetap berjaga-jaga dengan setia menantikan kedatangan Anak Manusia dengan ketekunan dalam berdoa.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami untuk tetap berharap kepadaMu. Sebab Engkaulah Tuhan dan Penyelamat kami. Amin

 

Contemplatio

'Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?'





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening