Selasa Pekan Biasa XXXI, 7 November 2017

Rm 12: 5-16 + Mzm 131 + Luk 14: 15-24

 

 

Lectio

Pada waktu mendengar pengajaran tentang perjamuan berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

 

 

Meditatio

Pada waktu mendengar pengajaran tentang perjamuan, berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: 'berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah'. Entah mengapa orang ini langsung bertanya tentang perjamuan dalam Kerajaan Allah. Bukankah Yesus hanya berbicara tentang kerendahan hati dan tidak mencari kehormatan dalam pergaulan dengan sesama? Orang ini sepertinya tidak menangkap perumpamaan yang diberikan Yesus. Yesus tidak memarahinya, malah berdasar pertanyaannya itu Yesus menyampaikan sebuah pengajaran baru.

Kerajaan Allah itu seumpama seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Namun yang diundang tidak menanggapinya, ada yang baru membeli ladang, ada yang baru membeli lembu kebiri dan ada baru kawin. Akhirnya orang-orang yang sebelumnya tidak diundang diajaknya juga, yakni mereka orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Sebuah perumpamaan yang indah. Apakah perumpamaan ini hanya ditujukan kepada orang-orang Israel yang memang menjadi bangsa terpilih, tetapi tidak mau menanggapiNya dengan penuh sukacita? Yesus amat menyadari akan keberadaan orang-orang yang dipilihNya itu, mereka yang mempunyai martabat luhur dan mulia itu. 'Aku berkata kepadamu: tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku'.

Martabat mulia, jabatan yang menyenangkan, dan aneka kesempatan indah yang telah diberikan kepada setiap orang sepertinya tidak memberi jaminan kepada setiap orang, bahwa dirinya seharusnya beroleh selamat. Kemauan untuk mengikuti undangan pesta perkawinan, kehendak mengamini setiap kehendak Tuhan yang memanggil adalah suatu modal yang kuat untuk mendapatkan keselamatan. Tuhan Yesus tidak hanya mengundang dan mengundang, tetapi sekaligus memberi bekal untuk menjawabi undangan tersebut, bahkan segala dosa dan kelemahan tidak menjadi perhitungan bagi Allah bagi setiap orang yang mau datang dan mendengarkan sabdaNya.

Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (12: 5-16) mengingatkan kita semua juga, bahwa kita semua adalah satu tubuh Kristus, masing-masing adalah anggota satu sama lain. Hendaknya setiap orang menggunakan segala anugerah yang dilimpahkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Pelbagai anugerah itu menjadi bekal bagi setiap orang untuk menjadi sesama bagi orang lain, malah setiap orang diminta berani untuk melengkapi dan meyempurnakan sesamanya dengan keiklhasan jiwa. Segala anugerah itu diberikan untuk pembangunan jemaat Allah.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau menganugerahi kami dengan rahmat terbesar yaitu mendapat undangan pestaMu, kiranya hal itu tidak membuat kami menjadi seenaknya karena jaminan tersebut. Tetapi justru menjadi tantangan bagi kami untuk semakin menaati dan melakukan kehendakMu dalam kehidupan kami ini, agar kelak dapat turut serta menikmati pestaMu itu. Amin

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening