Selasa Pekan Biasa XXXII, 14 November 2017

Keb 2:23 - 3:9 + Mzm 34 + Luk 17: 7-10



Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?'. Syukurlah kalau ada yang mengucapkan terima kasih kepadanya. Namun kiranya hendak kita mengerti, bahwasannya seorang tuan akan meminta dan meminta para hambanya melakukan segala kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka. Hamba itu pun tidak berhak memaksa tuannya berterima kasih kepadanya, karena memang mereka telah sepakat dengan upah yang dijanjikannya.

'Demikian jugalah sebaliknya kamu', tegas Yesus, 'apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'. Permintaan Yesus ini menegaskan kepada kita semua, agar pertama  kita tidak mencari pujian atau ucapan terima kasih, bahkan pengakuan, bahwa kita mampu melakukan segala sesuatu yang baik. Kemampuan kita melakukan segala sesuatu berarti kita mampu menggunakan segala anugerah Tuhan yang memang telah diberikan kepada kita. Kita hanya menyalurkan saja segala pemberian Tuhan kepada kita. Bukankah juga diri kita ini tercipta untuk kebakaan dan dijadikanNya gambar hakikatNya sendiri (Keb 2: 23) sebagaimana dikatakan dalam kitab Kebijaksanaan? Kedua, hendaknya kita tidak pamrih kalau kita mampu melakukan segala kebaikan. Kita hendaknya tidak menuntut balas dari orang lain, karena memang kita telah melakukan segala sesuatu dengan jerih payah terhadap mereka yang ada di sekitar kita itu. Yesus malahan pada kesempatan lain pernah menantang kita agar kita mengundang orang-orang miskin dan melarat dalam pesta. Mereka tidak mampu mengundang balik kita, tetapi kita akan mendapatkan upah daripadaNya (Luk 14: 14).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, mampukan kami agar dengan tulus hati ketika melakukan suatu tugas pekerjaan. Bukan karena kemampuan kami maka kami dapat melakukannya, tetapi semua karena berkat anugerahMu. Kiranya melalui sabdaMu hari ini kami sungguh-sungguh dapat memahaminya, sehingga dengan mudah dapat mengatakan : 'kami ini hamba tidak berguna dan hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. 

Para Kudus Karmel, doakanlah kami selalu. Amin

 

Contemplatio

'Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening