Selasa Pekan Biasa XXXIII, 21 November 2017

Mak 6: 18-31 + Mzm 3 + Luk 19: 1-10

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Kalau orang buta yang kita renungkan kemarin, Lukas tidak mempunyai data sedikit pun, sebaliknya kini dia memberi data lengkap tentang Zakheus. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Dia tidak bertanya-tanya dan berteriak-teriak. Kenapa? Karena dia bisa memenuhi keperluan dirinya. Dia adalah seorang yang mampu. Zakheus malah seorang yang kreatif dan mencari solusi. Dia tidak mau merepotkan orang lain.  

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Sebuah kehendak Tuhan Yesus yang amat membahagiakan. Zakheus yang hanya ingin melihat Yesus, tetapi mendapatkan jawaban yang luar biasa. Zakheus bukan saja diijinkan untuk melihatNya, malah Dia sang Kehidupan ini tinggal di dalam rumahnya. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'. Kalau kemarin banyak orang meminta orang buta itu untuk berdiam diri, kini di hadapan orang dinomerduakan itu Allah menegaskan, bahwa orang satu ini adalah orang berdosa. Kesombongan populis telah menyelimuti hati mereka. Mereka tidak menghendaki seseorang menikmati kasih Tuhan secara istimewa, terlebih kalau orang itu tidak satu komunitas dengan mereka.

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'. Kiranya banyak orang tadi didengar dengan baik oleh Zakheus. Zakheus mendengar segala yang bisa didengarnya. Kalau sekarang dia hendak memberikan separoh harta yang dimilikinya, karena dia  telah menemukan harta baru, yakni Harta terpendam. Dia berani memberi, karena telah banyak menerima. Orang yang tidak menerima memang sulit memberi. Orang yang merasakan kasih Allah akan selalu dsiap memberi perhatian kepada sesamanya.

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham', kata Yesus akepada Zakheus. Yesus tidak memperhitungkan segala kelemahan dan dosa Zakheus, sekligus kebaikan yang sempat diberikan kepada orang lain. Betapa bahagianya orang-orang yang tidak diperhitungkan dosanya.  Keselamatan dilimpahkan kepada semua orang tanpa terkecuali, bukan karena jasa dan kebaikan umatNya, melainkan semata-mata karena kasih dan kehendakNya. Secara sengaja 'Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Tuhan Allah tidak menanti dan menanti kedatangan orang-orang yang dikasihiNya, melainkan Dia mencari dan mencarinya.

Bagaimana kaitannya dengan Maria, bunda Kristus? Apakah Maria juga seorang yang berkeinginan melihat rupa Yesus? Atau memohon pertolongan Yesus sebagaimana yang dialami orang buta? Apakah orang-orang mendiamkan Maria yang meminta tolong hendak berjumpa Yesus? Justru pada peristiwa Maria dipersembahkan di kenisah mengingatkan kita semua, bahwa Maria malah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya untuk menikmati kehadiran Yesus. Kedua orangtuanya malah mempersembahkannya kepada Tuhan Allah, bahkan Maria menjadi tempat kehadiran Yesus sendiri. Yesus sudi lahir melalui Maria, yang semuanya itu karena keberaniannya menerima sapaan dan kehendak Tuhan Allah sendiri. Mulai sekarang akan banyak orang menyebut aku berbahagia, karena memang Tuhan Allah yang mahakuasa. Maria benar-benar orang pilihan Allah.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, semangatilah kami semua agar kami siap sedia menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kehadiranMu, sebagaimana dilakukan oleh Zakheus, tetapi bukan dengan banyak melakukan kegiatan, tetapi duduk mendengarkan sabdaMu, sebab memang sabdaMu adalah keselamatan.

Santa Maria, doakanlah kami agar hidup kami menjadi tanda kehadiran sang Penyelamat. Amin.


Contemplatio

'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'.  

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening