Senin Pekan Biasa XXXI, 6 November 2017

Rm 11: 29-36 + Mzm 69 + Luk 14: 12-14

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: 'apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Tentunya kita harus berani bertanya pada diri kita sendiri memang setiap kali hendak mengadakan pesta. Untuk apa saya mengadakan pesta? Untuk bersyukur atas suatu peristiwa? Kalau memang kita bersyukur, akan baiklah kalau kita berani memberi dan memberi, dan tidak meminta balasan dari mereka yang kita undang. Bukankah memang ucapan syukur itu adalah pemberian kepada Tuhan yang kita wujudkan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita? Pemberian belaskasih kepada sesama tentunya mengundang belaskasih Tuhan Allah sendiri kepada kita. Itulah yang memang dikatakan dari Yesus tadi dengan berkata: berbahagialah engkau, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu, engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar. Lakukanlah semuanya itu 'dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu' (Mat 6: 4), tegas Yesus sendiri kepada kita semua, orang-orang yang dikasihiNya. Semuanya ini juga mengajak setiap orang melakukan segala sesuatu tanpa harus berkata-kata kepada banyak orang, bahwa telah melakukan sesuatu. Semuanya perlu kita lakukan dengan sukarela tanpa banyak berkata-kata.

Dengan perumpamaanNya ini Yesus mengajak kita, agar kita selalu penuh belaskasih dan perhatian kepada sesama. Sebab tak jarang, belaskasih yang kita tampakkan itu mengundang banyak orang untuk ikut serta di dalamnya. Paulus pernah mengatakan: 'supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua' (Rm 11: 31-32). Dengan pernyataannya ini, Paulus meminta kita untuk selalu berbuat baik terhadap semua orang, dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Hendaknya  mereka semua melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapa yang di surga (Mat 5: 16).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, sabdaMu hari ini kiranya semakin meneguhkan kami dalam berbuat kasih terhadap sesama, sebagai ungkapan syukur atas anugerahMu dalam hidup kami ini. Puji dan syukur hanya kepadaMu ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Berbahagialah engkau, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu, engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening