Senin Pekan Biasa XXXII, 12 November 2017

Keb 1: 1-7 + Mzm 139 + Luk 17: 1-6



Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini'. Yesus amat memahami keberadaan manusia. Yesus amat mengerti kelemahan dan keterbatasan. Yesus juga amat memahami kecenderungan setiap orang yang selalu mencari kepuasan diri, bahkan tidak segan-segannya mengorbankan sesamanya. Terhadap orang-orang yang menyesatkan itu sepertinya Yesus tidak segan-segannya menghukum dan bahkan membiarkan mereka tidak terus menikmati hidup ini. 'Jagalah dirimu!', tegas Yesus kepada para murid agar selalu siap berjaga diri agar tidak masuk dalam lumpur dosa.

'Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'. Yesus berkata demikian, agar setiap orang berani menjaga dan mengawasi sesamanya untuk tidak jatuh tenggelam dalam dosa. Sebagaimana Allah menghendaki semua orang selamat, demikian hendaknya setiap orang mengusahakan keselamatan bagi sesamanya. Yesus juga meminta setiap orang, kita semua agar berani memaafkan dan mengampuni kesalahan sesama. Sebagaimana Allah telah membebaskan aneka talenta dosa dan kesalahan kita, demikian kita hendaknya juga berani dengan Cuma-cuma, memberikan maaf dan pengampunan kepada setiap orang yang telah berhutang beberapa dinar kepada kita.

Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: 'tambahkanlah iman kami!'.  Mengapa para murid-murid tiba-tiba berkata demikian? Apakah mereka sadar sungguh, bahwa semuanya itu dapat dilakukan hanya karena pertolongan dan pendampingan Tuhan? Adakah rasa kuatir dalam diri mereka? Semakin percayakah mereka akan Tuhan Yesus yang hadir di hadapan mereka? Jawab Tuhan: 'kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Yesus sepertinya bangga terhadap para muridNya, sekaligus menegaskan dan meminta mereka untuk selalu teguh dalam iman kepercayaan kepada sang empunya kehidupan. Hidup akan semakin terasa bermakna, dan bahkan kita mampu melakukan segala sesuatu dengan indahnya, hanya karena iman, hanya karena melibatkan Tuhan dalam setiap karya kita.

Mudahkah melibatkan Tuhan Allah dalam setiap langkah hidup kita? Mudah! Bukankah kitab Kebijaksanaan mengingatkan kita, bahwa 'Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh yang tidak mencobai-Nya, dan menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya?' (Keb 1: 2). Dia memudahkan diri ditemui oleh orang-orang yang dikasihiNya, karena semua orng adalah milikNya dan diselamatkanNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami hati yang mudah untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kami, seperti Engkau sendiri yang terlebih dahulu mengampuni kami, agar keselamatan dapat dinikmati lebih banyak lagi orang. Amin

 

Contemplatio

'Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening