Hari Keenam Oktaf Natal, 30 Desember 2017

1Yoh 2: 12-17 + Mzm 96 + Luk 2: 36-40

 

 

Lectio

Ada seorang nabi perempuan, namanya Hanna anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

 

Meditatio

Ada seorang nabi perempuan, namanya Hanna anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Apa yang dapat kita katakan tentang orang kudus satu ini? Dia orang yang selalu mengejar kekudusan tapi tidak dimanja-manjakan oleh Tuhan. Mengikuti Yesus Tuhan memang seringkali tidak mendapatkan keistimewaan dalam perjalanan hidup. Kalau ada yang mendapatkan, syukurlah, dan patut memang syukur dilambungkan kepadaNya. Namun tak dapat disangkal. Hanna mampu melihat dan memandang langsung sang Mesias yang diharapkan banyak orang, sebab memang mereka semua yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Selain memandang sang Empunya kehidupan, Hanna juga diberi kesempatan untuk bersaksi tentang Siapakah Yesus yang baru dilahirkan itu.

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria, Yusuf, dan Yesus ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Yesus benar-benar menghayati hidup dalam keluarga.

Kita adalah orang-orang yang mengenal Yesus, maka baiklah kalau kita semakin mentaati sabda dan kehendakNya, sebab orang yang melakukan kehendak Allah akan menikmati hidup selama-lamanya (1Yoh 2: 12-17). Yohanes menuliskan semuanya  ini karena memang hanya dalam Dia kita beroleh yang indah dan baik adanya. Betapa bahagianya kalau kita selalu mengijinkan Yesus tinggal dalam hidup kita. Inilah Natal yang sesungguhnya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kehadiranMu selalu dinanti-nantikan banyak orang dan mendatangkan sukacita. Kiranya kami yang bertekun dalam mendengarkan sabdaMu juga menjadi pembawa sukacita bagi setiap orang di sekeliling kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Ketika itu datanglah Hanna ke bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010