Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda, 8 Desember 2017



Kej 3: 9-15 + Ef 1: 3-6 + Luk 1: 26-38

 

 

Lectio

Pada waktu itu dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

 

Meditatio

'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau', kata malaikat yang berkata-kata kepada Maria. Malaikat berkata demikian, tentunya bukan menggunakan kata-kata yang sembarangan. Malaikat Gabriel sudah tahu, bahwa perempuan yang dihadapinya itu adalah seorang perawan yang penuh rahmat. Maria telah mempunyai rahmat terindah yang hendak dipergunakan Allah. Allah sepertinya telah mempersiapkan diri Maria untuk melakukan tugas perutusan tertentu. Maria penuh rahmat bukan baru sekarang ini, melainkan sudah jauh-jauh sebelumnya. Dia sepertinya sudah dipersiapkan Allah.

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Kata-kata Maria inilah yang akhirnya memberi kepastian kepada siapakah Yesus akan tinggal dalam rahim seorang perempuan. Mungkinkah Yesus lahir dalam diri Elizabet? Mungkinkah Yesus dikandung oleh Magdalena? Atau perenpuan Samaria? Mungkin saja, kalau memang itu dikehendaki Allah. Namun kiranya tak dapat disangkal, Allah akan mempersiapkan jauh-jauah sebelumnya. Allah akan menguduskan hati dan budi seseorang agar layak dan pantas menjadi sang ibu. Allah pasti tidak akan membiarkan AnakNya yang tunggal lahir dalam diri perempuan yang tidak layak akan kehadiranNya. Allah pasti mempersiapkan Maria, walau Maria tetap diberi kebenaran untuk menjawab kehendak Allah dalam dirinya. Maria mempunyai kehendak bebas sama seperti yang kita miliki bersama.

Maria dikandung tanpa noda adalah kepercayaan Gereja, umat Allah, orang yang dikasihiNya, orang yang telah beroleh rahmat penebusan sang Putera. Maria dikandung tanpa noda memang tak tersurat dalam Kitab Suci, tetapi Gereja yakin, bahwa Allah tidak sembarangan memilih orang yang dikasihi dan dipersiapkan menjadi Rahim kudus bagi Anak Tunggal Bapa. Allah pasti juga mempersiapkan seorang perempuan yang kuat dalam iman yang akan menghadapi kuasa jahat, yakni yang dilambangkan dengan 'ular dan keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu' (Kej 3: 15). Paulus pun yakin, bahwa Maria telah dipersiapkan Allah, karena di dalam Dialah kita mendapat bagian yang dijanjikan – kita semua yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya (Ef 1: 11). Maria dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya karena Allah mempunyai kemauan dalam karya penyelamatanNya ini.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur atas segala anugerahMu, Engkau senantiasa mendampingi dan menyertai kami. Kiranya di masa adven ini, kamipun mampu semakin rendah hati dalam setiap kata dan tindakan kami.

Santa Maria, doakanlah kami orang yang berdosa ini. Amin

 

Contemplatio

'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening