Hari Raya Natal, 25 Desember 2017

Sore Menjelang Natal

Yes 62: 1-5 + Kis 13: 16-25 + Mat 1: 18-25

 

 

Lectio

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

 

Meditatio

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Suatu realitas kehidupan yang sulit dimengerti. Semuanya terjadi karena adanya campur tangan Allah dalam peristiwa ini. Natal adalah peristiwa intervensi nyata Allah terhadap kehidupan umatNya. Yusuf suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Orang baik Yusuf ini; dia tidak mau mencemarkan nama orang lain. Mengapa Yusuf tidak mau mencemarkan Maria? Apakah dia merasa memilikinya? Kasih  menutupi segala sesuatu (1Kor 13: 7). Yusuf telah hidup dalam kasih.

'Yusuf, anak Daud', sapa seorang malaikat ketika ia mempertimbangkan maksud untuk memutus Maria. 'Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'. Maria adalah orang baik-baik. Dia malahan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus. Dia mengandung karena Roh Kudus. Maria malah menggenapi nas kitab suci yang mengatakan: 'anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita'.

'Ia akan melahirkan Anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'. Nama dan tugas perutusan yang diterimaNya itu sama, karena memang Dialah Allah yang menjadi Manusia. Anak yang dikandungnya itu sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Maria akan mengandung dan melahirkan Dia, sedangkan engkau sebagai keturunan raja Daud hendaknya memberikan Nama kepadaNya.  Yusuflah yang akhirnya nanti memasukkan Anak yang dikandung Maria itu sebagai keturunan Daud, hambaNya, seperti yang dinubuatkan nabi Yeremia; 'Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri' (Yer. 23:5). Paulus juga dalam pewartaannya mengingatkan, bahwa kehendak Allah, bahwa Yesus adalah keturunan Daud, dan bukanlah Saul saja pertama dari Israel, sebagai bangsa terpilih (Kis 3). Sebuah maksud ilahi yang sulit kita  mengerti, walau dengan akal sehat.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. Tentunya Yusuf akan siap menjelaskan kepada siapa saja yang hendak bertanya tentang keberadaan Maria. Apakah Yusuf akan membawa terlebih dahulu Maria kepada Anna dan Yoakhim, kedua orangtua Maria? Menerima Maria berarti menerima segala resiko kehidupan yang hendak mereka alami. Menerima Maria berarti menerima kehendak dan kemauan Tuhan sendiri yang telah berkarya dalam dirinya.

Matius memberi catatan dalam Injilnya, bahwa Yusuf 'tidak bersetubuh dengan Maria sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus'. Kiranya semuanya itu menunjukkan, bahwa Yesus benar-benar dikandung karena Roh Kudus, dikandung tanpa noda, sebagaimana Allah telah mempersiapkan Maria ibuNya terlebih dahulu sebagaimana perawan suci.

Natal mengingatkan kita agar Yesus lahir dalam hidup kita dan hendaknya kita tidak menghalang-halangiNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bagiMu tiada yang mustahil. Teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar senantiasa bergantung dan berharap kepadaMu, khususnya di hari Natal yang penuh makna ini. Engkau lahir bagi kami dan kiranya kamipun siap menerima kehendakMu dalam karya pelayanan kami. Amin

 

Contemplatio

'Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Kamis Pekan Biasa XXXIII, 23 November 2017