Hari Raya Natal, 25 Desember 2017


Misa Fajar

Yes 62: 11-12 + Tit 3: 4-7 + Luk 2: 15-20

 

 

Lectio

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

 

Meditatio

'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'. Kata gembala satu sama lain. Mereka menerima kabar sukacita; mereka menerima undangan, maka layaklah kalau menanggapiNya dengan penuh syukur. Mereka berani segera berangkat, karena mereka juga percaya diri, bahwa diri mereka layak menyambut kehadiranNya yang menyelamatkan itu. Mereka telah dipilih oleh malaikat, maka mereka diberi kepercayaan malaikat untuk menikmati kehadiran Tuhan sang Mesias.

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan Bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Tidak ada orang lain yang mereka temui. Para gembala hanya menemui sang Mesias dan kedua orang yang layak menerima kehadiran Allah. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Mereka seperti Maria dan Yusuf, tidak tahu tentang siapakah Anak yang berada dalam palungan itu. Mereka berkata-kata seperti itu karena memang malaikat yang menemui mereka hanya berkata-kata tentang Bayi yang terbaring dalam palungan; dan tak dapat disangkal juga malaikat berbicara seperti itu, karena fokus karya penyelamatan akan dikerjakan oleh Kristus yang baru dilahirkan itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Apakah ada orang lain, sehingga dikatakan, bahwa semua orang heran akan cerita para gembala? Mungkin saja beberapa orang tiba-tiba datang, karena para gembala tiba-tiba datang ke kandang. Apa yang terjadi, itulah yang membuat mereka datang, dan akhirnya ikut bersukacita. Namun tak dapat disangkal, cerita para gembala ini benar-benar sebuah kenyataan, bahwasannya Kristus Tuhan telah hadir di tengah-tengah umatNya. 'Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud', benar-benar terjadi. Malaikat berkata-kata benar. Tuhan Allah yang selama ini berada jauh di sana, sekarang ada di antara kita, Imanuel.

Para gembala benar-benar berbahagia, bukan karena melihat dan berjumpa dengan sang Mesias, melainkan karena kelahiran dan kedatanganNya ke dunia memberi kepastian, bahwa kita adalah orang-orang yang dikasihiNya, orang yang diselamatkan. 'Ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita' (Tit 3: 4-5), tegas santo Paulus. Kelahiram Yesus memberi kepastian, bahwa Allah menyelamatkan kita manusia. Layaklah kalau setiap orang merayakan pesta mulia ini.

 'Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya'. Maria yang sudah tahu semenjak semula benar-benar merasa mendapatkan peneguhan, bahwa rahmat Allah sungguh-sungguh bekerja dalam diri orang-orang yang takut kepadaNya.

'Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka'. Para gembala semakin yakin, bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janjiNya. Allah tidak pernah berkata-kata bohong

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, telah nyata kasih dan kemurahan Allah, sudah lahir bagi kami sang penyelamat dunia. Imanuel, Allah menyertai kita, terpujilah Engkau selama-lamanya. Amin

 

Contemplatio

'Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010