Kamis Pekan Adven I, 7 Desember 2017

Yes 26: 1-6 + Mzm 118 + Mat 7: 21-27

 

 

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.

 

Meditatio

'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Tuhan Allah tidak senang, kalau umatNya, orang-orang yang dikasihiNya itu hanya berseru-seru dan menyebut-nyebut namaNya, tetapi tidak melakukan kehendakNya. Kehendak Allah itu menyelamatkan, maka menolak kehendak Allah dan tidak mau melakukannya berarti menolak keselamatan itu. Sekali lagi, bukankah kehendak Allah menyelamatkan?

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu'. Melakukan kehendak Allah, bukan saja membuat hati Tuhan Allah senang, tetapi juga mendatangkan kenyamanan dan keselamatan bagi kita semua yang sedang melakukan perziarahan jauh ini. Aneka rintangan  dan halangan yang pasti tetap akan kita hadapi dapat teratasi semua, karena kita tetap setia tinggal dalam rumah yang kokoh kuat. 'Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.

Yesaya dalam bacaan pertama (Yes 26: 1-6), bukan saja membandingkan dengan rumah tinggal, melainkan juga sebagai kota benteng pertahanan yang kuat. SabdaNya bagaikan gunung batu yang kokoh. Semuanya itu bisa terjadi, bila kita selalu mengandalkan sabda dan kehendak Tuhan. Dia adalah kota perlindungan yang kokoh kuat, bila memang kita sebagai umatNya yang kudus selalu bersatu padu dalam doa dan sabdaNya, dan selalu menunjukkan diri sebagai orang-orang yang dipilih dan dikasihiNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, beri kami kemampuan dan kesetiaan dalam mendengar dan melakukan sabdaMu, agar iman kamipun semakin dikuatkan, mampu membangun rumah kokoh yang nyaman sebagai tempat tinggal kami.

Santo Ambrosius, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening