Kamis Pekan Adven II

14 Desember 2017

Yes 41: 13-20 + Mzm 145 + Mat 11: 11-15

 

 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.  Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'.

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada para muridNya, 'sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis'. Bagaimana dengan Maria? Yesus tentunya tahu dengan benar siapakah ibuNya, tetapi Dia tidak mau mengagung-agungkan sang ibu. Yesus hanya ingin menunjukkan secara tajam siapakah Yohanes Pembaptis itu.   'Semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes, dan jika kamu mau menerimanya ialah Elia yang akan datang itu'. Yohanes datang bukan secara tiba-tiba; para nabi telah menubuatkannya. Sebagaimana kata-kata Elia yang membakar semangat Israel, dan memporak-porandakan kenyamanan Israel, demikian juga Yohanes Pembaptis yang adalah Elia baru yang hidup pada jamannya itu.  'Namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya'. Yesus sekala lagi mempertajam persoalan yang diajukan. Keagungan seseorang tidak ditentukan dari banyaknya karya pekerjaan yang bisa dilakukannya, melainkan sejauhmana seseorang melakukan tugas perutusan yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Aku bukan Dia. Dia yang datang sesudah aku, lebih besar daripadaku. Membuka tali sandalNyapun aku tidak layak. Yohanes dengan setia menjalankan tugas perutusan yang dipercayakan Tuhan kepada dirinya. Dia hanyalah seorang nabi yang mendahului Tuhan.

'Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya'. Kerajaan Surga yang yang dimaksudkan Yesus adalah kehadiranNya sendiri. Yesus sadar benar-benar, bahwa kehadiranNya tidak diterima langsung oleh seluruh umat manusia. Ada orang-orang yang antipati pada diriNya, dan menolak segala karya pelayananNya. Ada orang-orang yang mau mengaturNya dan menguasaiNya. Mereka bersikap dan bertindak seperti itu, karena kehadiranNya tidak sesuai dengan keinginan diri mereka.

'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!', tegas Yesus. Penegasan Yesus mengingatkan kita semua agar berani mengamini warta pertobatan yang disampaikan Yohanes Pembaptis. Bukankah hanya dengan pertobatan diri seseorang dapat menyambut dan menikmati kehadiran Tuhan Allah sang Empunya kehidupan? Mengamini pewartaan yang disampaikan Yohanes, bukannya kita berhenti pada diri Yohanes Pembaptis, melainkan diajak terus untuk mempersiapkan diri menerima kedatanganNya yang membawa mahkota kehidupan.

 

  

Oratio

Ya Yesus Kristus, melalui sabdaMu hari ini yang mengajak kami melakukan pertobatan untuk mempersiapkan diri dalam menantikan kedatanganMu yang kedua, agar kami kedapatan tak bercela serta layak menikmati mahkota keselamatanMu. Amin

 

Contemplatio

'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Kamis Pekan Biasa XXXIII, 23 November 2017