Kamis Pekan Adven Khusus, 21 Desember 2017

Kid 2: 8-14 + Mzm 33 + Luk  1: 39-45

 

 

Lectio

Beberapa waktu kemudian setelah menerima kabar sukacita dari malaikat berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

Meditatio

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya. Sebuah pengalaman yang amat manusiawi. Anak dalam rahim melonjak kegirangan karena rasa sukacita yang amat besar. Sukacita ibu menjadi sukacita anak yang ada dalam rahimnya. Anak merasakan sukacita yang mendalam itu, karena memang anak adalah buah hati dari kedua orangtuanya. Apalagi anak yang dikandung kedua tokoh besar ini bukanlah anak-anak sembarang; keduanya dikandung dalam kuasa Roh Kudus. Keduanya dikandung oleh dua perempuan yang sungguh-sungguh diberkati, dan keduanya dikandung dan dilahirkan hanya karena kemauan Allah. Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Segala yang dimilikinya terasa hidup kembali. Sapaan Maria membangunkan kembali segala yang dimilikinya, sebab Elizabet pun hanya karena kuasa Roh Kudus dan kehendakNya dapat menerima kehadiran sang buah hati dalam rahimnya.

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'. Maria sungguh terberkati dari antara perempuan yang ada. Elizabet pun merasa kalah dengan berkat yang diterima oleh Maria gadis muda ini. Elizabet sadar sungguh akan semuanya itu, dan dirinya mengakui, bahwa perempuan muda satu ini memang hebat dan luar biasa. Maria adalah perempuan yang suci. Sungguh terberkati dan sucilah rahim yang dimiliki Maria karena mampu menerima kehadiran sang Kehidupan itu sendiri. Maria memberi tempat yang istimewa bagi sang kehidupan dalam hidupnya. Anak yang dikandung Maria benar-benar sang Kehidupan dan Buah Hatinya.

'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'. Elizabet benar-benar merundukkan diri di hadapan perempuan muda ini. Kenapa? Karena dia adalah ibu Tuhan. Ada Tuhan dalam diri perempuan muda ini. Anak yang dikandung Maria adalah Tuhan Allah sendiri yang menjadi manusia. Elizabet merasa tak berdaya berdiri di hadapan Maria dan sang Anaknya. 'Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Elizabet merasa tak berdaya di hadapan Maria, tetapi dia merasakan sukacita yang amat mendalam, sampai-sampai dirasakan oleh sang buah hatinya sendiri. Diapun ikut melonjak kegirangan. Sapaan Maria saja sudah menyentuh hati dan budi Elizabet. Dan tak dapat disangkal, kedua utusan Tuhan berjumpa dalam dunia yang kini masih mengikatnya.

Perayaan Natal pun sebenarnya mengingatkan, bahwasannya kalau kemarin kita harus siap menjadi tempat kehadiran Tuhan, demikian juga hari ini kita diajak untuk berani mengakui, bahwa Tuhan juga hadir secara nyata dalam diri sesama kita. Bukankah kita semua itu adalah satu tubuh? Perayaan Natal juga dapat diartikan untuk berani saling berbagi, berbagi pengalaman hidup yang penuh sukacita dan harus dipertanggungjawabkan itu, dan itulah yang dikerjakan oleh Maria dan Elizabet. Perayaan Natal mengingatkan kita agar berani berbagi dengan orang lain.

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Elizabet tidak hanya memuji Maria, melainkan setiap orang yang percaya kepada sabda Tuhan. Kepercayaan memang haruslah keluar dari dalam hati, dan tidak perlu dipaksakan oleh Zakharia, yang menimbulkan hukuman atau tanda pada dirinya sendiri; dan kepercayaanlah yang membuat setiap orang menemukan rahmat dan berkat yang sudah ditentukan Tuhan. Orang-orang Nazaret tidak menikmati aneka mukjizatNya karena ketidakpercayaan mereka sendiri. Iman kepercayaan membuat segala rencana Tuhan terjadi pada diri kita.

Injil hari ini sengaja mengedepankan dua tokoh perempuan besar dalam pengalaman akan Allah. Mereka berdua mempunyai kerendahan hati yang luar biasa dalam relasi persaudaraan. Maria sadar akan keberadaan Elizabet yang memerlukan uluran tangan penuh belaskasih. Sebab dia mengandung di usianya yang sudah lanjut. Sebaliknya, Maria sadar akan keberadaan dirinya yang masih relatif muda dalam pengalaman hidup, berani belajar dari seseorang yang berusia, yang sudah banyak makan garam kehidupan. Namun lebih lagi, Elizabet tahu benar siapakah perempuan muda yang berdiri dan mengunjungi dirinya saat itu. Dia adalah ibu Tuhan. Elizabet sadar sungguh, bahwa dirinya hanya menjadi ibu Nabi, dari sang buah hati yang kini di dalam rahimnya.  

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu selalu mendatangkan sukacita bagi setiap orang. Di masa adven ini perbaharui iman kami kepadaMu, agar semakin memahami sabdaMu yang membawa perubahan dalam sikap hidup kami. Sehingga mendatangkan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kami. Amin

 

Contemplatio

'Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018