Minggu Pekan Adven I, 3 Desember 2017

Yes 63: 16-17 + 1Kor 1: 3-9 + Mrk 13: 33-37

 

 

Lectio

Pada saat itu Yesus menegaskan: 'hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"

 

Meditatio

Pada saat itu Yesus menegaskan: 'hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba'. Memang hanya dengan berjaga-jaga seseorang dapat menghadapi segala sesuatu yang tidak ada kepastian saatnya terjadi. Namun berjaga yang bagaimana yang harus dilakukan, sebagaimana dikehendaki Yesus? 'Sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga'. Berjaga-jaga bearti siap sedia akan datangnya sang tuan rumah dan melakukan segala yang telah dipercayakan kepada kita hamba-hamba yang mendapatkan kepercayaan daripadanya. 'Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur'.

'Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!', tegas Yesus. Karena apa? Karena memang Yesus Tuhan menghendaki semua orang beroleh selamat. Tuhan tidak menghendaki seorang anak manusia pun hilang dan tidak selamat. Dia meminta setiap orang untuk berjaga-jaga, siap sedia akan kahadiran Tuhan yang membahagiakan dan membawa sukacita itu.

Apakah kita mampu berjaga-jaga sebagaimana dikehendaki Yesus? Kita mampu! Kalau Yesus meminta berarti kita mampu melaksanakannya. Karena memang Yesus tidak membiarkan kita sendirian, kosong tanpa bekal. Sebab memang kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kita dalam Kristus Yesus, bahkan kita telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sehinga kita menjadi orang-orang yang tak berkekurangan dalam menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus (1Kor 1: 3-60, tegas santo Paulus kepada kita. Yesus meminta kita berjaga-jaga, bukan dengan tangan kosong  tanpa bekal, melainkan telah melimpahkan aneka berkatNya kepada kita.  Berjaga-jaga juga berarti menikamati pelbagai anugerah yang diberikan oleh Tuhan dalam hidup kita ini, yang tentunya bukan kita gunakan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga dalam hidup bersama guna membangun dan mewujudkan GerejaNya yang kudus.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kedatanganMu yang keduakalinya memang akan memberikan sukacita yang lebih penuh lagi. Engkau membawa mahkota kehidupan. Ajarilah kami untuk selalu berjaga dan berjaga dam doa bersamaMu sendiri, dan menikmati perbagai anugerah yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Amin.

 

Contemplatio

'Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening