Pesta Santo Stefanus, 26 Desember 2017

Kis 6: 8-10 + Mzm 31 + Mat 10: 17-22

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'waspadalah terhadap semua orang', pinta Yesus. Yesus meminta supaya berhati-hati dalam menghadapi banyak orang. Yesus tidak meminta para muridNya mencurigai sesamanya, tetapi harus berani menjaga jarak dan berhati-hati terhadap orang lain. Mengapa? 'Karena Aku dan namaKu, pertama 'kamu akan dibenci semua orang'.  Entah kenapa mereka tiba-tiba membenci? Berbeda pendapat dan pandangan seharusnya harus diterima dengan wajar dan apa adanya. Bukankah secara lahiriah insani kita sudah berbeda? Kedua, 'ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya'. Mereka tidak mencari kebenaran di dalam majelis agama, melainkan membenarkan diri dan bahkan menyingkirkan sesamanya.

Ketiga, 'kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Persoalan iman bisa juga dijadikan bahan konsumsi politik, hanya karena perbedaan dalam berdoa dan menyembah Tuhan. Bila memungkinkan 'apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain', bukankah kalian harus cerdik seperti ular?  Bukankah kita harus mempertanggungjawabkan hidup kita dengan tepat dan benar? Lari ke kota lain, bukanlah mencari keselamatan diri atau tidak berani menghadapi kenyataan, melainkan untuk mempertahan kebaikan yang telah kita pilih. Keempat, 'orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, seorang ayah akan anaknya, dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Semuanya terjadi karena memang Yesus datang ternyata tidak membawa damai, melainkan pedang. Orang diajak untuk setia dalam pilihannya, yang memang pilihan itu menomerduakan yang lain.

'Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat', tegas Kristus memberi kepastian kepada para murid, agar mereka tidak takut dan gelisah dalam menghadapi kenyataan hidup. Maka benarlah apa yang pernah dikatakan sendiri oleh Yesus, hendaknya mereka tidak takut terhadap dia yang hanya membunuh badan, tetapi takutilah kepada Dia yang mampu membinasakan tubuh atau jiwa.  

'Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah' (Kis 7: 55-56). Inilah kata  Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, sambil menatap ke langit dan melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, ketika mempertahan iman kepercayaannya kepada Yesus Tuhan. Stefanus benar-benar bertahan sampai akhir, yang membuat dia menerima mahkota kemartiran. Stefanus mengamini sabda dan kehendak Tuhan secara mutlak. Inilah pertukaran kudus sebagaimana dikatakan Gregorius dari Nazianze dalam renungannya tentang Natal. Dia yang lahir ke dunia menjadikan setiap orang lahir dalam surga. Allah menjadi manusia, dan manusia menjadi anak-anak Allah.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami tahu dalam mengikuti Engkau bukan jalan mulus yang terhampar di hadapan kami, tetapi akan banyak rintangan dan tantangan yang harus kami hadapi. Maka dari itu, teguhkanlah iman kami kepadaMu ya Yesus, agar kelak kamipun dapat menikmati mahkota keselamatan dariMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010