Sabtu Pekan Adven I, 9 Desember 2017

Yes 30: 19-21 + Mzm 147 + Mat 9:35 – 10:1.6-8

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. PesanNya kepada mereka: "pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma".

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Yesus seringkali mengkaitkan pewartaan Injil Kerajaan Allah dengan penyampaian aneka mukjizat yang amat diperlukan orang-orang yang dikasihiNya. Pewartaan kita memang harus tepat guna dan sasaran. Lalu apakah kita harus mampu mengadakan aneka mukjizat dalam pewartaan, terlebih bila berhadapan dengan mereka yang sakit dan berkekurangan?  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus tidak membekali mereka dengan pelbagai karunia yang membuat mereka menjadi orang-orang pembuat aneka mukjizat. Yesus malah meminta mereka untuk berani meminta kepada Tuhan sang Empunya kehidupan agar mengirimkan orang-orang yang mempunyai hati terhadap sesamanya, para pemerhati terhadap orang-orang yang dikasihiNya. Perhatian terhadap sesama adalah anugerah yang indah yang diberikan Tuhan melalui mereka semua kepada orang-orang yang memang mengharapkan perhatian dan dukungan.

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Yesus sekali lagi memilih dan memilih orang-orang yang dikehendaki untuk menikmati anugerah istimewaNya. Dia tidak memberikan kepada semua murid, orang-orang yang dikasihiNya, melainkan hanya kepada keduabelas murid, yang sepertinya akan menjadi para rasulNya.

'Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'. Yesus memberi mereka bekal dan mengutus mereka untuk mewartakan warta Kerajaan Surga, sembari berbagi segala yang mereka terima dari Tuhan Yesus dengan cuma-cuma. Sebagaimana mereka menerima dengan cuma-cuma, maka mereka pun harus berani berbagi dan membagikannya dengan sukarela.

Perhatian dan belaskasih inilah yang memang harus ditampakkan dalam diri orang-orang yang merindukan kedatangan Tuhan Allah yang membawa mahkota keselamatan. Sebagaimana Allah sendiri penuh belaskasih, demikianlah setiap orang yang percaya kepadaNya. 'Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia' (Yes 30: 19-21). Perhatian dan kasih Tuhan memang tidak dimaksudkan untuk memanjakan orang-orang yang dikasihiNya. Mewartakan perhatian dan belaskasih Tuhan juga tidak harus ditampakkan dengan aneka mukjizatNya. Sebaliknya menikmati kehadiran Kerajaan Allah juga tidak dibatasi seseorang hanya menerima aneka mukjizatNya. Pembatasan belaskasih Tuhan hanya sebatas pelbagai mukjizatNya tidak ubahnya iman akan mukjizatNya, dan bukan iman akan Allah. Kiranya kerinduan akan Allah terus ditumbuhkembangkan, dan tidak membatasi dalam pemberian aneka mukijzatNya. Masa Adven mengingatkan kita agar kita semua selalu merindukan kehadiranNya yang menyalamatkan itu dalam hidup kita, bukan saja kelak, tetapi mulai sekarang ini dan untuk selanjutnya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami hati yang penuh belaskasih bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan kami. Agar semakin banyak orang yang dapat menikmati kasihMu yang menyelamatkan melalui karya pelayanan kami. Amin

 

Contemplatio

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening