Selasa Pekan Adven Khusus, 19 Desember 2017

Hak 13: 2-7 + Mzm 71 + Luk  1: 5-25

 

 

Lectio

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.

Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.

Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

 

Meditatio

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Orang benar di hadapan Tuhan tidak selalu mendapatkan aneka keistimewaan dari Tuhan. Orang yang selalu mengamini sabda dan kehendakNya bukanlah orang-orang yang selalu mendapatkan perhatian istimewa dari Tuhan. Amatlah dimengerti akhirnya, kalau Yesus pernah menegaskan bahwa seseorang  suka berseru-seru Tuhan, Tuhan, pun juga tidak akan mendapatkan perhatian khsus daripadaNya, kalau memang tidak melakukan sabda dan kehendak Tuhan.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Dalam pelayanan hidup rohani pun ada acara bersama yang harus ditaati oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya; apalagi kalau pelayanan itu bersifat partisipatif dari semua anggota umat Allah.

Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Sesuatu yang di luar prakiraan kita manusia memang menimbulkan rasa kaget dan kagum bahkan. Malaikat itu berkata kepadanya: 'jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya'.

Jangan takut, hai Zakharia, malaikat itu meneguhkan Zakharia.  Sebab doamu telah dikabulkan; yang tentunya tidak baru hari itu saja dia berdoa memohon dan memohon. Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Bukan saja Zakharia yang mendapatkan perhatian dari Tuhan Allah, melainkan juga bersama istrinya. Dia yang dikatakan mandul itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan itu harus dinamai Yohanes, yang artinya pemberian Tuhan. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Kesukaan juga akan dialami oleh banyak orang, sebab pertama ia tidak akan minum anggur atau minuman keras, kedua ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ketiga, ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya'. Yohanes akan mempunyai peran besar dalam pertobatan umat manusia, agar mereka semua siap sedia menjadi orang-orang yang layak dan pantas bagi Tuhan.

'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya', sergak Zakharia kepada malaikat itu. Mengapa Zakharia bertanya seperti itu? Mengapa dia meminta tanda atau ingin mendapatkan kepastian tentang sabda yang dikatakan malaikat? Apakah Zakharia pada waktu itu tidak ingat akan pengalaman Manoah, ibu dari Simson? (Hak 13) Semuanya memang belum terjadi, tetapi di saat itulah Allah meminta kita untuk berani percaya kepadaNya. Iman kepercayaan adalah jawaban akan kehendak Allah. Berbahagialah kalian yang percaya, walau tidak melihat, kata-kata inilah yang seharusnya diucapkan malaikat itu kepada Zakharia seandainya Zakaria mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Jawab malaikat itu kepadanya: 'akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya'. Tanda yang diberikan malaikat itu amat tidak mengenakkan. Zakharia menjadi bisu. Apakah ketika Elizabet mengandung, Zakharia masih belum percaya kepada Tuhan bahwa semuanya akan terjadi?  Mengapa tanda itu diberikan sampai kelahiran Yohanes anaknya, mengapa tidak cukup ketika Zakharia melihat bahwa isterinya sedang mengandung? Atau pada waktu kunjungan Maria ke rumahnya? Ketidakpercayaan seorang manusia terhadap Tuhan bisa mendatangkan hal yang tidak mengenakan pada diri orang tersebut.

Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.

Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: 'inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang'. Apakah tidak mempunyai keturunan itu aib bagi seseorang perempuan? Pandangan Elizabet memang pandangan Perjanjian Lama, yang membatasi kasih Tuhan hanya pada berkat keturunan yang diberikan. Dalam kehidupan surgawi, anak manusia tidak kawin dan dikawinkan, belumlah tertabur dalam hati banyak orang pada waktu itu.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami. Kami mohon kepadaMU, karena kami begitu lemah dan tak berdaya seringkali dalam menghadapi kehidupan nyata ini. Ajarilah kami untuk semakin percaya kepadaMu yang membuat segala-sesuatu menjadi indah adanya. Amin.

 

Contemplatio

'Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Kamis Pekan Biasa XXXIII, 23 November 2017