Senin Pekan Adven I, 4 Desember 2017

Yes 2: 1-5 + Mzm 72 + Mat 8: 5-11

 

 

Lectio

Pada saat Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."  Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga".

 

Meditatio

Pada saat Yesus masuk ke Kapernaum, sebuah kota yang banyak mendapat perhatian dari Yesus, tetapi sekaligus dikecam habis-habisan olehNya, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 'Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita'. Menarik juga seorang perwira memperhatikan hambanya yang sakit. Ia penuh perhatian terhadap orang-orang kecil.  Yesus berkata kepadanya: 'Aku akan datang menyembuhkannya'. Yesus tidak banyak bertanya apa dulu: sakit apa dia, mulai kapan, sebagaimana dilakukan banyak orang sekarang ini kalau sedang berjumpa dan mengunjungi orang sakit.  

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh', sahut perwira tadi. Seorang perwira merasa tidak layak menyambut seorang Israel. Seorang perwira yang percaya sungguh akan kata-kata Seorang Israel. Apakah perwira ini pernah mendengarkan pengajaran Yesus yang memang penuh wibawa dan kuasa? 'Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit' sambung perwira tadi. 'Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: datang, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini, maka ia mengerjakannya'. Hebat kali perwira satu ini. Dia seorang yang amat jujur dan rendah hati.

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel'. Penyataan ini mengandaikan, bahwa seharusnya ada iman seperti ini di tengah-tengah umat Israel, bangsa yang terpilih dan dikasihiNya itu. Perwira ini ternyata mempunyai iman yang begitu amat dibanggakan. Seorang Yesus mengetahuinya, bahwa apa yang dikatakannya sungguh-sungguh benar. Perwira ini tidak basa-basi. Yesus tahu isi hati setiap umatNya.

'Aku berkata kepadamu: banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga'. Penyataan Yesus benar-benar mengisyarakatkan, bahwa banyak orang di luar Israel akan datang makan bersatu padu dengan Abraham, Ishak dan Yakub, dan tidaklah demikian dengan orang-orang yang menyebut diri bangsa terpilih, umat Allah yang kudus. Mengapa? Karena ternyata yang mempunyai iman kepercayaan kepada Tuhan bukanlah orang-orang yang telah dipilihNya semenjak semula. Apakah pilihan Allah semenjak semula itu salah? Israel tetap menjadi pilihanNya. Anak-anak keturunan Abraham, Ishak dan Yakub tetap menjadi orang-orang yang dikasihiNya. Namun keturunan yang dimaksudkan di sini ternyata, bukanlah mereka yang terlahirkan secara biologis atau karena keluarga, melainkan karena iman kepercayaan kepada Tuhan Allah sang empunya kehidupan. Sebagaimana Abraham, Ishak dan Yakub dipilih Allah karena iman dan keberserahan diri kepada Allah, demikian pula, orang-orang yang diselamatkan adalah mereka yang meneladan dan meniru iman kepercayaan para bangsa ini.

Apakah hal ini adalah wacana baru? Tidak! Semenjak perjanjian lama, Yesaya sudah menubuatkan: 'segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem' (Yes 2: 2-3). Aneka bangsa memang diperkirakan akan datang ke gunungNya yang kudus. Bagaimana dengan Israel sendiri? Israel tetap Israel. Israel baru adalah mereka orang-orang yang percaya akan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Perwira Roma membuktikan, bahwa dia adalah seorang asing yang percaya akan Tuhan Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkan iman kami kepadaMu agar kamipun layak menikmati sukacita ilahi bersamaMu. Semoga kami yang telah Kau pilih menjadi orang-orang yang Engkau sayangi benar-benar menikmti rahmatMu yang menyelamatkan. Amin.  

 

Contemplatio

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening