Jumat Pekan Biasa III, 26 Januari 2018

2Tim 1: 1-8 + Mzm 96 + Luk 10: 1-9

 

 

Lectio

Pada suatu kali Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

 

Meditatio

Kata Yesus kepada ketujuh puluh murid: 'pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Perintah Yesus amat tegas. Sebuah perintah yang tidak mudah, malah sebaliknya harus dihadapi sebagai tantangan yang amat berat. Sebuah tugas yang amat berat dan mengandung resiko yang tidak ringan juga. Namun kiranya Yesus tidak membiarkan mereka pergi dengan tangan kosong. Yesus pasti memberikan bekal istimewa kepada mereka. Maka benarlah Paulus yang merasakan sendiri pendampinganNya berkata:  'Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban' (2Tim 1: 7). Sebab bukankah kehadiran mereka yang diutusNya tak ubahnya kehadiran Dia sendiri yang memberi kehidupan? 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku' (Yoh 13: 20), demikian sebaliknya.

Kasih Allah yang menyelamatkan itulah yang juga diingatkan Paulus juga kepada Timotius, sebagaimana yang kita peringati hari ini. Sebab Yesus pun telah meminta kepada para muridNya: 'jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'. Tugas perutusan Kristus memang selalu membawa berkat bagi sesama. Menjadi saksi Kristus berarti menjadi saluran berkat bagi sesama. Inilah kekhasan tugas perutusan Kristus yang disampaikan kepada setiap orang yang berani menerimanya. Cinta itu memberi.

Sebagaimana bagaikan diutus ke tengah-tengah serigala, setiap orang yang ambil bagian dalam pewartaan kasih Allah harus siap sedia menderita dan siap menerima kenyataan yang pahitpun. Paulus sekali lagi menasehati Timotius dengan berkata: 'janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita… ikutlah menderita bagi Injil-Nya dengan kekuatan Allah'.

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau memberikan tugas perutusan yang berbeda seorang dengan yang lain, tetapi kami yakin ya Yesus, Engkau selalu mendampingi dan menguatkan kami dalam tugas-tugas kami sebagai saluran berkat bagi sesama.

Santo Timotius dan Titus, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2017

Selasa XXX, 26 Oktober 2010