Kamis Pekan Biasa II, 18 Januari 2018

1Sam 18: 6-9 + Mzm 56 + Mrk 3: 7-12

 

 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Kaum Farisi saja memang yang antipati terhadap Yesus. Tidaklah demikian dengan banyak orang lainnya. Mereka selalu menyerang dan menyerang. Mereka komunitas orang mapan, orang pandai dan mempunyai kuasa. Mereka paling bersuara. Apakah semua itu ciri khas bagi mereka? Mereka tidak ingin komunitas lain setaraf dengan mereka. Mereka orang-orang intoleran. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Yang seperti ini memang belum pernah mereka lihat dan dengar. Mereka datang karena ingin menikmatiNya secara langsung. Kehadiran Tuhan selalu menyenangkan hati banyak orang, tetapi tidaklah demikian dengan mereka yang memang antipati terhadapNya.

Selama seseorang melakukan kebaikan dan kebajikan, dia pun akan mempunyai banyak teman, dan mereka semua ingin selalu bergaul dengannya. Itulah yang dialami oleh Daud, yang sempat menarik hati Yonathan dan Saul. Yonathan membela Daud, karena memang Daud baik adanya dan tidak melakukan kejahatan sama sekali. (1Sam 18-19)

Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: 'Engkaulah Anak Allah', tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Apakah Yesus hanya takut kalau terhimpit banyak orang? Ataukah memang Dia hendak mengajar mereka dari perahu, sehingga mereka semua dapat menaruh perhatian dengan seksama? Kemauan baik untuk menjamah Yesus memang tak dapat disangkal dapat menghimpit Dia, sehingga Yesus tak dapat bergerak tentunya. Kemauan baik memang harus selalu dikonkritkan dan disesuaikan dengan kenyataan yang ada. Sekali lagi Yesus tidak mau diwartakan oleh kuasa kegelapan, karena memang mereka hanya tahu tetapi tidak percaya, bahkan melawan kepadaNya. Mereka hanya berteriak tetapi tidak mewartakan sabda dan kehendakNya. Apakah mereka yang berteriak-teriak Tuhan, Tuhan,  tetapi tidak melaksanakan sabda dan kehendakNya itu dapat kita samakan dengan mereka orang-orang yang kerasukan roh jahat?

 

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, kuasa jahatpun mengenal Engkau yang adalah Anak Allah. Kiranya kami yang mengenal Engkau lewat sabdaMu ini semakin berani mewartakan dan melakukan kehendakMu, agar semakin banyak orang mengenal Engkau dan terselamatkan. Amin

 

Contemplatio

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: 'Engkaulah Anak Allah'

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2017

Selasa XXX, 26 Oktober 2010