Pesta Pembaptisan Tuhan, 8 Januari 2018


Yes 55: 1-11 + 1Yoh 5: 1-9 + Mrk 1: 7-11

 

 

Lectio

Inilah yang diberitakan Yohanes: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

 

 

Meditatio

'Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus', tegas Yohanes Pembaptis kepada orang-orang yang mendengarkannya. Yohanes menegaskan siapakah dirinya dibanding dengan Yesus yang datang sesudahnya. Yohanes menegaskan dirinya amat lemah dan rendah, tidak sebanding bila disejajarkan-miring denganNya. Membuka tali sandalNya pun tak layak. Yohanes membaptis dengan air, tetapi Dia Yesus, membaptis dengan Roh Kudus, karena memang Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Dia mempunyai kuasa untuk mengutus RohNya yang kudus itu.

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Markus tidak mencatat komunikasi sedikitpun antar Yohanes Pembaptis dan Yesus. Apakah Markus hanya mencatat segala yang memang seharusnya terjadi? Kalau menurut logika akal budi memang banyak hal yang dikerjakan Allah sulit dimengerti, dan bahkan bertentangan dengan rumusan sosial dalam hidup bersama. Namun tak dapat disangkal, Yohanes Pembaptis yang memberi baptisan kepada Yesus, tidaklah sebaliknya. Dia yang menjadi manusia  benar-benar mengikuti segala gerak yang harus dijalani oleh orang-orang yang dikasihiNya. Dia makan dan minum. Yesus pun dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, yang menurutnya membuka tali sandalNya pun tidak layak. Yohanes melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kemampuan nalarnya. Semuanya ini terjadi sebagaimana kehendak Allah sendiri yang ditirukan oleh Yesaya: 'rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu' (Yes 55: 8).

Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya, dan terdengarlah suara dari sorga: 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'. Hanya kepada Yesus AnakNya yang kudus dan dikashiNya inilah Allah menyatakan diriNya; dan hanya kepada Yesus, dan tidak kepada yang lain, Allah di surga berkenan. Yohanes Rasul malah menegaskan, bahwa suara ini sangat kuat dan bisa dipertanggungjawabkan, karena yang memberi kesaksian adalah Allah sendiri (1Yoh 5: 9). Allah tidak pernah mengingkari janjiNya sendiri. Pembaptisan malah menjadi kesempatan bagi Allah Bapa untuk menyatakan Siapakah Yesus, Anak Manusia yang diutusNya ini. Yohanes Pembaptis sebelumnya mengatakan Dia Anak Allah (Yoh 1: 34), dan sekarang Allah sendiri menyatakan 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi'.

Bersyukurlah kita orang-orang yang percaya kepadaNya, karena dengan demikian kita menjadi orang-orang yang diselamatkan. Sebab hanya dalam nama Anak Allah, kita semua beroleh hidup kekal (1Yoh 5: 13), dan hanya dalam Allah ada keselamatan abadi.

  

Oratio

Ya Yesus Kristus, banyak hal yang diluar kemampuan nalar kami untuk dilakukan, tetapi kami percaya rohMu yang mendampingi mampu menolong setiap persoalan yang kami hadapi. Terima kasih ya Yesus untuk pendampinganMu. Amin

 

Contemplatio

'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Kamis Pekan Biasa XXXIII, 23 November 2017