Rabu Pekan Biasa II, 17 Januari 2018

1Sam 17: 32-51 + Mzm 144 + Mrk 3: 1-6

 

 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Yesus pasti tahu dengan baik, kalau diriNya menjadi sorotan banyak orang. Orang-orang Farisi memang selalu mengincar Yesus dan menjatuhkanNya.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: 'mari, berdirilah di tengah!'. Yesus sengaja menantang mereka semua. Yesus tidak takut kepada orang-orang yang mengelilingiNya. Kemudian kata-Nya kepada mereka: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Sebuah pertanyaan yang harus diambil satu jawabannya; dan kiranya tidaklah sulit untuk menjawabNya. Setiap aturan dibuat demi kebaikan, demikian tentunya segala yang baik dapat dilakukan pada hari Sabat. Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: 'ulurkanlah tanganmu!'. Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Kedegilan hati benar-benar menenggelamkan orang dalam kesalahan. Orang sepertinya masuk dan tenggelam dalam kubangan kesalahan dan dosa, karena memang berlawanan dengan kasih Allah sendiri. Mereka bukannya jatuh, melainkan menjatuhkan diri dalam kubangan dan merasa betah tenggelam di dalamnya. Yesus sendiri tidak kuatir dan takut terhadap sikap dan perilaku mereka kaum Farisi. Yesus tidak takut dikeroyok oleh kaum Farisi, karena memang dalam rumah ibadat itu juga banyak orang-orang yang menghendaki kehadiranNya. Yesus tetap bersikukuh pada rencana keselamatan Allah. Tuhan Allah akan menyapa setiap orang tanpa terkecuali, dan menyelamatkan orang-orang yang berkenan kepadaNya.

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. Mereka memilih orang-orang Herodian, karena memang merekalah yang mampu menggerakkan tentara. Merekalah orang-orang pemerintahan, kaum politisi, rezim dari Herodes yang berkuasa pada waktu. Mereka semakin mengepung Yesus dari pelbagai penjuru. Kalau orang-orang Farisi menggandeng kaum Herodian untuk melawan Yesus, tidaklah demikian dengan Daud dalam menghadapi lawannya; Daud malah meminta bantuan Tuhan. Dua perilaku yang amat berkebalikan. 'Aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami' (1Sam 17: 46-48).

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, hukum dan aturan dibuat untuk kebaikan setiap warga negara. Ajarilah kami agar dapat menjadi warga negara yang baik dengan tetap menaati hukum yang mengedepankan kasih di dalamnya. Sehingga tercipta persaudaraan di tengah kumandang persatuan dalam kebhinnekaan di negara kami ini. Amin

 

Contemplatio

'Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010