Rabu Pekan Biasa IV, 31 Januari 2018

2Sam 24: 9-17 + Mzm 32 + Mrk 6: 1-6

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berangkat tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berangkat tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Apakah Yesus hendak berkunjung ke rumah orangtuaNya? Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia, sebab memang Yesus mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa. Mereka berkata: 'dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?'. Orang-orang Nazaret bingung dan tidak bisa mengertiNya, bagaimana Dia yang dibesarkan di Nazaret dan keluargaNya pun mereka kenal, mempunyai kehebatan yang luar biasa. Bagaimana Dia dapat melakukan semuanya itu? Orang-orang Nazaret memang belum mampu memandang Yesus sebagai Allah yang menjadi Manusia. Orang-orang Nazaret tidak bisa mengakui, bahwa memang ada sesuatu yang indah dari tengah-tengah mereka.  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Mereka tidak mampu mengerti, bukannya bertanya dan bersoal jawab daripadaNya, malah menolakNya, dan tidak mau menerimaNya. Ketidakmampuan inderawi kita dalam memahami keberadaan Allah bukanlah halangan untuk menikmatiNya; orang harus berani mendekati dan mendekatiNya. Mendengarkan dan berbicara denganNya akan membuat kita akrab bersamaNya.

'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya', kata Yesus. Di mana Yesus diterima baik oleh orang-orang yang dikasihiNya? Bukankah Dia juga mendapatkan perlawanan dari banyak orang, khususnya kaum Farisi dan para ahli Taurat? Namun tak dapat disangkal, Yesus sering pergi ke Kapernaum dan mengadakan mukjizat di sana. Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Orang-orang Nazaret tidak mampu memandang Yesus apa adanya membuat mereka menolak dan tidak percaya kepadaNya. Orang-orang Nazaret hanya mampu memandang Yesus sebatas kemampuan mereka sendiri sebagai  orang Nazaret. Menutup kemungkinan karya Tuhan dalam diri seseorang, dan bahkan melihat seseorang seturut kemauan diri sendiri, membuat diri sendiri menjadi tidak berdaya. Daud disadarkan siapakah dirinya ketika dia berhasil menghitung kekuatan bangsa Israel yang dipimpinnya (2Sam 24). Dia lupa bahwa Israel adalah bangsa yang terpilih, umat milik Tuhan. Tidak mengakui keberadaan bangsaNya berarti menolak Tuhan Allah sendiri. Menolak Yesus berarti memang juga menolak Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini.

Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk mampu melihat Engkau sebagai anak Allah yang menjadi sama dengan kami manusia. Agar berkat-berkatMu yang membawa keselamatan mengalir dan tidak tertutup oleh kekerasan hati kami. Amin

 

Contemplatio

'Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka'.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis