Sabtu Pekan Biasa I, 13 Januari 2018

1Sam 9: 1-19 + Mzm 21 + Mrk 2: 13-17

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Pewartaan sabda Tuhan selalu mendapatkan perhatian utama dari Yesus. Dia mengajar dan mengajar. Yesus tidak pertama-tama membuat aneka mukjizat. Aku datang untuk mewartakan Injil Allah, sebagaimana kita renungkan kemarin dalam Injil yang sama. Mengapa pengajaran Yesus tidak diadakan di bukit tinggi, sebagaimana biasanya dilakukan? Di pantai atau di mana pun pengajaran tetap dapat dilakukan.

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai. Pasti kemungkinan besar dia adalah seorang pemungut cukai. Mana mungkin orang mau-maunya duduk-dudk di situ kalau dia bukan seorang pemungut cukai. Dia pasti tidak mau digolongkan kalangan para pendosa. Yesus berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'. Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Tanpa banyak bertanya-tanya, Lewi segera mengikuti Yesus. Sapaan penuh kuasa. Sapaan yang mampu mengubah hidup seseoreang.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Entah alasan apa diadakan pesta di rumah Lewi. Yesus pun hadir dalam pesta itu. Apakah Lewi mengadakan pesta sebagai tanda pertobatannya, sekaligus dia berpamitan dengan rekan-rekan seperjuangannya? Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: 'mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Sebuah pertanyaan kritis yang mereka sampaikan. Seharusnya Yesus sebagai Guru, haruslah berteman dan berkumpul dengan mereka orang-orang yang baik dan tidak dijauhi oleh masyarakat. Pertemanan kita akan mengarahkan seseorang dalam dunia nyata, di mana kita sedang berada. Pada umumnya seperti itu, dana itulah yang menjadi kegelisahan hati kaum Farisi dan para ahli Taurat. Mengapa Yesus menyapa kaum berdosa, dan bukannya mereka orang-orang yang sama-sama mempunyai kegemaran dalam pengajaran kitab suci.

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit', tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya, khususnya kaum Farisi dan para ahli Taurat yang mempersoalkan keberadaanNya. 'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Inilah wacana baru yang memang sulit dimengerti sebelumnya. Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang, tanpa terkecuali, tentunya termasuk kaum pendosa dan para pemungut cukai. Bukankah mereka juga tercipta sebagaimana citra Tuhan sednri? Sapaan Yesus tentunya akan mengubah mereka juga untuk menjadi orang yang baik dan benar.

Perutusan Yesus juga mengingatkan tugas perutusan kita masing-masing. Seorang dokter pasti harus berelasi erat dengan mereka yang sakit, yang membutuhkan kesembuhan. Pergaulan Yesus malah harus berani terbuka dan membuka diri terhadap orang-orang sakit, dan bukannya hanya dengan mereka para apoteker, perawat, dan para penyedia aneka peralatan medis. Yesus membandingkan dirinya sebagai seorang dokter, yang memang amat dibutuhkan oleh mereka yang sakit. Bagaimana tugas-tugas perutusan kita?

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami semua dalam melaksakan tugas perutusan yang kami terima. Semoga kami pun semakin siap menjadi sesama bagi orang-orang lain, yang memang menjadi perhatian kami dalam menyatakan tugas perutusan kami. Amin.

 

 

Contemplatio

'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis