Sabtu Pekan Biasa II, 20 Januari 2018

2Sam 1: 1-27 + Mzm 80 + Mrk 3: 20-21

 

 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Kita dapat membayangkan banyak orang pada waktu itu, sehingga Yesus beserta para muridNya harus bekerja keras. Makan pun tidak sempatlah mereka. Apa yang mereka kerjakan? Tentunya Yesus beserta para muridNya mengadakan pengajaran dan penyembuhan. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Kemungkinan besar peristiwa itu terjadi di Nazaret, karena dengan cepat keluargaNya datang hendak menjumpai Dia. Entah apa yang diwartakan kepada mereka, sehingga mereka datang dan hendak mengajak Yesus pulang. Bukankah perbuatan baik yang mereka lakukan? Bukankah mereka mengajarkan Injil Kerajaan Allah? Perbuatan apa yang membuat mereka mengira Yesus tidak waras lagi?

Hoax itulah yang terjadi pada waktu itu juga. Yang menyebarkan tentunya orang-orang yang berseberangan dengan Yesus. Munginkah orang-orang yang mengasihi Tuhan berkata seperti itu? Pelbagai kegiatan dan pengajaran yang ditampilkan Yesus memang tidak selalu menyenangkan hati banyak orang, walaupun itu semua berasal dari Allah. Yesus sering mengadakan penyelamatan di hari Sabat, dan bahkan membiarkan orang-orang melanggarnya. Bukankah Yesus juga menjadi bahan perbantahan bagi banyak orang? Tidaklah demikian dengan Daud beserta para pengikutnya ketika mendengar Saul dan Yonathan terbunuh kalah oleh lawan-lawannya. Mereka semua menangisi Saul dan para pengikutnya sebagai pahlawan Israel (2Sam 1), terlebih-lebih Daud merasa kehilangan Yonathan, seorang sahabat yang baik, yang tidak termakan oleh kenyamanan hidup keluarganya. Dia tetap berjuang dan berjuang membela bangsa, umat Allah yang terpilih itu.

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi bijak dalam menyampaikan setiap kabar yang kami dengar, agar sungguh-sungguh mendatangkan hal yang positif dan sukacita bagi yang mendengarnya. Terlebih lagi berani dalam memperjuangkan kebenarannya. Amin

 

Contemplatio

'Mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi'.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010