Senin Pekan Biasa III, 22 Januari 2018

2Sam 5: 1-10 + Mzm 89 + Mrk 3: 22-30

 

 

Lectio

Pada suatu kali, ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

 

Meditatio

Pada suatu kali, ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: 'Ia kerasukan Beelzebul, dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan'. Inilah hoax yang diberitakan kembali oleh mereka orang-orang yang antipati akan keselamatan, mereka yang tidak menghendaki kehadiran Yesus Kristus. Kalau kemarin diberitakan mereka, bahwa Yesus tidak waras lagi, kini Yesus kerasukan roh jahat.

Yesus memanggil mereka, Yesus tidak takut dan kuatir menghadapi mereka. Yesus mengadakan pembelaan dan  berkata kepada mereka dalam perumpamaan: 'bagaimana iblis dapat mengusir iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Kesatuan itu penting, dan bukan mencari menangnya sendiri. Demikianlah juga kalau iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya'. Kuasa kegelapan pun tahu akan hal itu. Tidak mungkin mereka melawan dirinya sendiri. 'Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'. Penegasan ini sungguh-sungguh mengingatkan, bahwa kehadiran Allah sang Empunya kehidupan itu mengatasi segala sesuatu; kuasa kegelapan pun tak mampu menghadapiNya. Daud pun harus menundukkan orang-orang Yebus yang ada di Yerusalem (2Sam 5: 1-7), agar kesatuan umat seluruh Yerusalem terpelihara secara utuh. Dunia politik pun memerlukan kesatuan dan persatuan antar semua laporan masyarakat.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'. Mengapa Yesus tidak mengatakan dosa terhadap Anak Manusia atau kepada Bapa? Yesus memang tidak mempertentangkan antara Pribadi satu dengan lainnya, sebab memang Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah satu. Namun kiranya kita mengerti, untuk mudahnya,  menyamakan dan menganggap Allah yang kudus itu adalah roh kejahatan, maka tidaklah ada keselamatan bagi orang yang mengatakan itu. Sebab bukankah keselamatan hanya berasal dari Allah? Tidak ada Allah berarti tidak ada keselamatan.

Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat. Semuanya ini adalah perlawanan terhadap Tuhan Allah sendiri. Meniadakan Allah berarti meniadakan keselamatan itu sendiri.

 

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkaulah Allah yang Empunya Kerajaan. Engkau berkuasa atas segala-galanya, kami percaya di tengah dunia yang penuh tantangan dan godaan kami tetap teguh berjalan bersama Engkau. Terima kasih ya Yesus atas pendampinganMu. Amin

 

Contemplatio

'Tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis