Jumat Pekan Biasa V, 9 Februari 2018

1Raj 11: 29-32 + Mzm 81 + Mrk 7: 31-37

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus meninggalkan daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus meninggalkan daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Bisa kita lihat peta Perjanjian Baru di bagian belakang Kitab Suci kita. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan tanpa banyak bertanya-tanya, sesudah memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Yesus memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Yesus, bukan saja meletakkan tanganNya atas orang tuli dan gagap itu, malahan memakai ritual lengkap penyembuhan. Mengapa Yesus menggunakan cara semacam itu? Apakah karena Yesus mengikuti permintaan orang-orang yang membawanya? Bukankah tidak demikian terhadap perwira Roma dan perempuan Siro-Fenesia yang kita renungkan kemarin? Yesuspun harus berjalan ke rumah Yairus, karena memang Yairus meminta Yesus datang mengunjungi rumahnya?

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: 'efata, terbukalah!'. Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Mengapa Yesus memakai bahasa yang tidak dimengerti pada waktu itu? Minimal Bahasa yang tidak biasa digunakan pada saat itu? Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Yesus selalu melarang banyak orang untuk memberitakan segala yang telah dikerjakanNya, kecuali kepada orang yang kerasukan roh jahat di pegunungan Gerasa. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: 'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata'. Tuhan Allah menjadikan segalanya baik adanya. Dia hanya meminta agar kita menjadi orang-orang setia. Ketidaksetiaan kita umatNya akan mendatangkan hukuman (1Raj 11).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sungguh merupakan anugerah bagi kami, dapat menjadi anak-anakMu. Bantu kami untuk dapat memahami dan menaati sabdaMu dan melaksanakannya agar kelak kamipun menikmati keselamatan abadi. Terima kasih ya Yesus. Amin

 

 

Contemplatio

'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata'.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018