Jumat sesudah Rabu Abu. 16 Februari 2018

Yes 58: 1-9 + Mzm 51 + Mat 9: 14-15

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa".

 

Meditatio

Suatu hari datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: 'mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?'. Pertanyaan jujur yang disampaikan mereka kepada Yesus. Mereka tidak berpuasa, karena sang Guru tidak menganjurkan para muridNya, dan bukankah tradisi berpuasa telah lama dihayati oleh banyak orang. Bukankah kewajiban agama satu ini benar-benar memberi kekuatan hidup dalam pengudusan diri? Apakah Yesus membiarkan, atau malah melarang mereka para murid berpuasa? Jawab Yesus kepada mereka: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Selama seseorang tinggal selalu bersama Yesus, dia tidak perlu berpuasa. Bukankah memang puasa itu kita persembahkan kepada Tuhan? Bukankah puasa itu adalah sikap hidup yang mengarahkan diri hanya kepada Tuhan? Selama seseorang bersama Yesus, berkomunikasi selalu denganNya, maka dia tidak perlu berpuasa, karena memang Yesus sendiri yang menjaga dirinya; Yesus sendiri mengarahkan langkah hidup mereka.

Apakah kita masih berkesempatan tinggal selalu bersama Yesus? Masih! Sebab bukankah seperti dikatakan apabila  'engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri' (Yes 58: 6-7), engkau telah melakukannya bagiKu (Mat 25). Kehadiran Tuhan dapat kita nikmati sungguh-sungguh, kalau kita berani bersikap dan bertindak seperti Yesus sendiri. 'Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu'. Orang yang tinggal selalu bersama Yesus akan menjadi saluran berkat juga bagi sesamanya.

Kapan Yesus diambil dari mereka? Kapan sang Pengantin tidak bersama dengan mereka? Tentunya sewaktu kita lengah dan tidak mau mengikuti sabda dan kehendakNya. Bukankah Dia selalu beserta kita, Imanuel? Kalau dahulu ketika Yesus berada di Getsemani, para murid meninggalkan Dia, demikianlah sekarang ini ketidak-mauan kita menerima Dia beserta kita, berarti sang Mempelai diambil dari kita.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami ingin selalu tinggal bersamaMu dan menikmati kasihMu. Ajarilah kami memahami makna berpuasa khususnya di masa pra paskah ini, agar puasa kami sungguh untuk memuliakan namaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?'.














Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010