Kamis Pekan Biasa IV , 1 Februari 2018


1Raj 2: 1-12 + Mzm  + Mrk 6: 6-13

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Diutus ke mana? Tentunya mereka mendapatkan perutusan untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Mereka diutus berdua-dua guna saling meneguhkan satu sama lain dalam karya mulia itu. Bukankah juga dua orang sekaligus menunjukkan bahwa yang mereka wartakan dan sampaikan itu adalah kebenaran dan tak perlu disangsikan? (Mat 18: 16). Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Dalam kesederhanaan mereka harus pergi dan mewartakan Injil. Aneka prasarana hanyalah alat bantu, dan bukannya andalan dalam karya pewartaan.

Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: 'kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Lambungkan syukur dan terima kasih, atas perhatian mereka terhadap kalian. Seorang pekerja patut mendapatkan upah. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Menerima para murid berarti menerima Dia yang mengutus, demikian juga sebaliknya, menolak mereka yang diutus berarti menolak sang Kehidupan itu sendiri. Ucapan keras yang disampaikan Yesus sepertinya menunjuk pada keharusan untuk menerima sang Kehidupan. Bukankah mereka semua, kita sekalian, tanpa terkecuali, adalah milik Dia yang kudus?

Mendengarkan pengajaran Yesus memang adalah suatu kewajiban bagi setiap orang yang ingin menikmati keselamatan. 'Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel' (1Raj 2: 3-4). Nasihat inilah yang disampaikan Daud kepada anaknya, agar selalu berpegang teguh pada sabda dan kehendak Tuhan. Kesetiaan seseorang akan kehendak Tuhan membuat keabadian itu mulai terasakan mulai sekrang ini, dan bukannya esok.

 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Pertobatan memang tidak sebatas orang meninggalkan dosa-dosanya, melainkan usaha pendekatan diri kepada Tuhan Allah sendiri dengan mendengarkan sabda dan melakukan kehendakNya. Para murid tampil sebagai orang-orang berkuasa dan mampu mengadakan aneka mukjizat, karena memang Yesus telah membekali mereka. Orang yang menerima bekal daripadaNya terundang untuk berani berbagi dengan orang lain. Dia telah memberi dan memberi, demikian juga kita orang-orang yang percaya kepadaNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berilah kami kekuatan untuk selalu siap mewartakan sabda dan kehendakMu. Kami pun yakin, Engkau telah membekali kami, ajarilah kami untuk menikmati bekal yang Engkau berikan kepada kami.

 

 

Contemplatio

'Pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat'.









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018