Minggu Pekan Biasa V , 4 Februari 2018

Ayb 7: 1-4 + 1Kor 9: 16-23  + Mrk 1: 29-39

 

 

Lectio

Suatu hari sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

Meditatio

Suatu hari sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Mengapa Yesus bersama para muridNya pergi ke rumah Simon dan Andreas? Apakah memang menjadi tujuan perjalanan mereka, atau sekedar singgah, karena rumah kedua murid itu dilewatiNya? Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Atau Yesus memang sengaja singgah ke rumah Simon, karena memang mempunyai maksud tertentu, sebagaimana dilakukanNya sekarang ini? Dia membuat segalanya baik adanya. Dia menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus, dan kemudian perempuan itu melayani mereka. Tiada hal lain yang harus dikerjakan sebagai rasa terima kasih, selain melayani mereka, karena memang mereka semua adalah tamu-tamu istimewa. Kita dapat membayangkan sukacita ibu mertua simon yang mendapatkan kesembuhan, terlebih-lebih kunjungan seorang Guru, yang adalah Tuhan, yang membuat menantunya yang satu itu meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Yesus. Apakah Simon meninggalkan isterinya?

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.  Darimana mereka semua tahu kalau Yesus berada di rumah Simon dan Andreas. Namun pada saat itu Yesus sempat menunjukkan Siapakah diriNya, yang memang mampu membuat segalanya baik, dan benar-benar Dia adalah Orang yang berkuasa. Yesus mampu membelenggu mulut kuasa kegelapan untuk berkata-kata tentang diriNya. Yesus tidak menghendaki karya kebaikan Allah diwartakan oleh kuasa kegelapan, dan tentunya oleh orang-orang yang dikuasai kegelapan. Mengapa? Karena memang mereka tidak mewartakan keselamatan, melainkan hanya untuk mencari kenyamanan diri yang benar-benar defensive. Mereka berkata-kata, bukannya keluar dari hati, melainkan dari pikiran dan mulut manis. Kemarin pun Yesus menegur keras orang yang berteriak-teriak ketika Yesus mengajar di bait Allah.

Yesus begitu memberi perhatian kepada orang-orang sakit, karena memang mereka itu adalah orang-orang yang menderita dan tidak menikmati sukacita, kegelisahan menyelimuti diri, yang dijauhi sesamanya. Yesus menaruh simpati kepada mereka. 'Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari' (Ayb 7: 4). Keluhan seperti inilah yang diucapkan hati setiap orang yang sakit. 'Hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik'. Kita tinggalkankah orang-orang semacam itu? Apakah kita tidak memandang mereka karena tiada gunanya lagi?

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Menarik kali. mengapa Yesus tidak mengajak para muridNya pergi berdoa bersama? Mengapa Yesus selalu berdoa seorang diri? Adakah sesuatu rahasia yang tidak boleh didengarkan para murid ketika Dia berdoa, sehingga Dia harus berdoa seorang diri? 'Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'. Itulah jawaban Yesus ketika Simon dan kawan-kawannya menemukan Dia dan berkata: 'semua orang mencari Engkau'. Yesus tidak mau dipatok oleh kebutuhan dan keperluan umatNya. Tugas Yesus juga bukan untuk membuat aneka  mukjizat. Pewartaan kabar sukacita harus segera didengar dan dinikmati oleh seluruh umat manusia itulah tujuan tugas perutusan yang diembanNya. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Apakah kita sekarang harus berdiam diri? Seperti Yesus yang selalu memberitakan Injil, demikianlah kita seharusnya. 'Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil' (1Kor 9: 16). Kata-kata seperti inilah yang seharusnya keluar dari mulut dan hati setiap orang yang telah mendapatkan rahmat penebusan, sebagaimana dirasakan Paulus. Bukankah memang mengikuti Yesus itu berarti hidup seperti Yesus Kristus sendiri? Sebagaimana Kristus Tuhan mewartakan Injil Kerajaan Allah, demikianlah kita seharusnya.

  

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala kebaikanMu, terutama terhadap mereka yang sakit dan berkekurangan. Semoga kami pun berani menaruh perhatian terhadap mereka, sebagaimana Engkau telah melakukannya.

Amin

 

Contemplatio

'Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya'.

 

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis