Minggu Pekan Biasa VI, 11 Februari 2018

Im 13: 1-2 + 1Kor 10: 31-40 + Mrk 1: 40-45

 

 

Lectio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

Meditatio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya. Berani juga orang satu ini dating dan  mendekati  Yesus, tidak seperti sepuluh orang kusta, yang berteriak-terirak dari jauh. Apakah karena sendirian, maka dia berani mendekat, sehingga memungkinkan suaranya mudah didengarNya? Katanya: 'kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku'. Permintaan yang amat indah: kalau engkau mau Tuhan,  dan bukannya jika engkau dapat (Mrk 9: 23), yang meremehkan kemampuan sang Empunya kehidupan. Sebab memang terkabulnya sesuatu permohonan bergantung kemauan dan kebaikan hati dia yang kita minta pertolongan; kecil kemungkinannya bila bergantung pada banyaknya jasa dari si pemohon.
Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Yesus tidak bertanya-tanya tentang sakitnya orang itu. Belaskasih Allah yang menggerakkan hati Yesus untuk segera menjamah orang itu dengan kata-kataNya yang penuh kuasa. Tuhan Allah memang tidak memperhitungkan segala dosa dan kesalahan umatNya, bila memang seseorang mau datang kepadaNya. Ia menjadikan segala-galanya baik adanya (Mrk 7: 37).










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis