Minggu Prapaskah I, 18 Februari 2018

Kej 9: 8-15 + 1Pet 3: 18-22 + Mrk 1: 17-15

 

 

Lectio

Pada suatu kali, Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

 

Meditatio

Pada suatu kali, Roh memimpin Yesus ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Apakah yang dialami Yesus ini adalah peristiwa konkrit? Ya benar. Dia dibimbing oleh Roh ke padang gurun; yang tentunya semuanya ini mengandaikan, bukan kehendak Yesus pribadi, melainkan karena kehendak Bapa yang mengutusNya. Di tinggal di padang gurun, bukan hanya tiga hari tiga malam, melainkan empat puluh hari lamanya, yang mengingatkan lama perjalanan umat Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah terjanji. Empat puluh hari inilah yang dipakai Gereja untuk menikmati masa Prapaskah, guna menikmati kemuliaan Paskah. Kenyataan padang gurun adalah kenyataan yang tidak mengenakan, dan di luar kemauan setiap orang. Yesus memang tidak meminta agar cawanNya ini berlalu daripadaNya, karena memang waktuNya belum tiba. Apakah isi cobaan di padang gurun, memang tidak diceritakan oleh Markus.  Semuanya menunjukkan iman dan kesetiaan kepada kehendak Tuhan tidak membebaskan  setiap orang lepas bebas dari segala tantangan dan rintangan hidup ini.

Kepergian Yesus ke padang gurun menunjukkan adanya pembekalan diri sebagai seorang yang sungguh-sunguh Allah dan Manusia ini ada dan hidup dalam kehidupan konkrit. Dia adalah Anak Manusia, tetapi tidak bebas dari kenyataan hidup yang serba tidak pasti ini.

Pada suatu kali, sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Yesus baru sekarang mewartakan Injil secara resmi, karena Dia tidak mau menghilangkan kepercayaan yang telah diberikan Allah sendiri kepada Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagiNya. Kehadiran Yesus di tengah-tengah umatNya setelah kematian Yohanes Pembaptis, dimaksudkan agar banyak orang tidak terpecah perhatian pada pewartaan pertobatan yang disampaikan Yohanes. Yesus melanjutkan dan menggantikan karya pewartaan Yohanes Pembaptis. Kata-Nya: 'waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!'. Waktunya sudah genap, karena memang Dia yang dinanti-nantikan telah datang dan ada di tengah-tengah umatNya. Namun tak dapat disangkal, belum semua orang membiarkan diri dibimbing dan bahkan mengenal sang Empunya kehidupan itu, maka tepatlah kalau dikatakan Kerajaan Allah itu sudah dekat. Kerajaan Allah akan dapat dinikmati oleh setiap orang yang mau bertobat dan percaya kepada kabar sukacita itu.

Apakah Kerajaan Allah itu sudah ada dalam diri kita? Sudah dan belum! Karena apa? Karena kita begitu terikat dengan aneka kecenderungan insani. Dunia ini lebih menarik daripada kenyataan surgawi. Kita lebih suka menjadi anak-anak kegelapan daripada terang. Kita sering berada di dalam tanah yang berbatu ataupun di antara semak berduri. Maka Petrus hari ini tetap mengingatkan kita semua orang-orang yang dikasiNya, agar semakin percaya dan sesuai kepada Kristus Tuhan. 'Sebab Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,  bahkan Ia pergi juga memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah' ( 1Pet 3: 18-20). Kepercayaan seperti inilah yang mendatangkan rahmat dan berkat, sebab  memang Allah sendiri menginginkan setiap orang mendapatkan rahmat dan keselamatan, dan bukan lagi binasa, sebagaimana terjadi di jaman Nuh (lih Kej 9: 8-15)

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, untuk semakin menghadapi kenyataan hidup konkrit ini, ajarilah kami untuk semakin berbagi mengandalkan kekuatan daripadaMu. Kami memang mudah menoleh ke kanan dan ke kiri, maka teguhkanlah iman kepercayaan kami ini, agar kami kedapatan setia samapi kahir hidup ini. Amin.

 

 

Contemplatio

'Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!'.











Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010