Rabu Abu, Prapaskah 2018, 14 Februari

Yl : 12-18 + 2Kor 5: 20-30 + Mat 6: 1-6.16-18

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda kepada orang-orang yang mendengarkanNya: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus bersabda kepada orang-orang yang mendengarkanNya: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Yesus benar-benar menantang setiap orang dalam melakukan kewajiban agama; apakah yang kita cari? Pengakuan dan pujian dari setiap orang yang ada di sekitar kita, bahwa kita adalah orang yang taat beragama? Atau memang kita beragama tetapi tidak mencari Tuhan, karena memang sebatas kepuasan sosial saja yang kita cari dalam menjalankan aneka kewajiban agama?  

'Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu. Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa'. Memberi sedekah, berdoa dan berpuasa dijadikan aneka perbuatan biasa, dan bukan istimewa, yang harus dipamer-pamerkan kepada orang lain, bahwa kita telah melakukannya. Sebab memang aneka kewajiban agama ini diajarkan agar kita semakin mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan. Ada kesempatan selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Berbicara kepadaNya dan mendengarkan sabdaNya. Kita pun diajak untuk mampu mengendalikan diri dari segala aneka kecenderungan insani. Kita berdoa, tetapi kita juga harus mampu mengendalikan diri. Kita tidak hanya pandai berkata-kata, tetapi juga bekerja. Selain itu, kita juga diajak untuk berani berbagi kepada orang-orang yang ada di sekitar kita, terlebih mereka yang membutuhkan uluran tangan kasih kita. Cinta kepada Tuhan harus kita tampakkan dalam kasih terhadap sesama. Kita tidak hanya mampu mengendalikan diri, tetapi kita juga harus berani berbagi dengan mereka.

'Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Betapa bahagianya orang yang mampu berdoa, bersedekah dan berpuasa. Tuhan Yesus memberi jaminan sungguh, apabila kita melakukan segala kewajiban agama tadi dan kita persembahkan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan kita akan mendapatkan rahmat dan berkatNya. Lebih baik kita mendapatkan balasan dari Tuhan Allah sang Pemberi keselamatan, daripada sekedar pujian sesama. Pemberian Allah menyelamatkan, sedang pemberian dari sesama hanya bersifat sementara, sekarang saja.

Masa Prapaskah adalah masa istimewa untuk pemurnian diri. Istimewa karena memang kita akan merayakanya secara khusus dalam rangka karya penebusan Kristus di waktu Paskah nanti. Setiap hari memang kita harus menguduskan diri, bukan hanya di waktu Prapaskah ini, tetapi kiranya Prapaskah menjadi masa pelatihan istimewa agar kita menjadi orang-orang yang didamaikan dengan Allah, karena memang Kristus yang tidak mengenal dosa dibuatNya menjadi dosa karena kita, agar kita di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2Kor 5: 21).

Tuhan Allah melalui nabi Yoel pun pernah mengingatkan kita semua: 'sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu' (Yl 2: 12-14). Tuhan memberi kesempatan selebar-lebarnya kepada kita untuk selalu kembali dan berdamai denganNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu memahami sabdaMu dalam melaksanakan kewajiban kami sebagai persembahan kepadaMu. Bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain. Amin

 

Contemplatio

'Apabila engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu'.












Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018